Pencarian

DPR Dorong CSR BYD di Subang Fokus ke Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Senin, 07 September 2026 • 14:35:02 WIB
DPR Dorong CSR BYD di Subang Fokus ke Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Anggota DPR meninjau fasilitas pabrik BYD di Subang untuk memantau rencana program CSR yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal.

MALUKU UTARA — Usulan itu disampaikan Sugeng saat meninjau fasilitas BYD Auto Indonesia di Subang bersama sejumlah anggota dewan lainnya pada Jumat (4/9/2026). Ia mencontohkan, pengembangan usaha katering bisa menjadi salah satu sektor yang layak digarap warga setempat untuk memasok kebutuhan makanan bagi ribuan pekerja pabrik.

"Saya memberikan contoh bagaimana mendidik masyarakat lokal supaya mereka bisa membangun usaha katering bersertifikat untuk memasok makanan di sini. Itu salah satu bentuk pemberdayaan," ujar Sugeng dalam keterangan yang dikutip RRI.co.id.

Sektor Infrastruktur Hingga Kemitraan UMKM

Politikus Partai Nasdem itu menambahkan, program tanggung jawab sosial perusahaan tidak melulu soal pembangunan fisik. Menurutnya, CSR juga bisa diarahkan pada sektor pendidikan, lingkungan, hingga kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar kawasan industri.

"Bidang lain tentu saja pembangunan jalan, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi yang lebih luas, misalnya melalui kemitraan dengan UMKM di sekitar kawasan," jelasnya.

Kolaborasi Tiga Pihak untuk Efek Multiplier

DPR berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat lokal mampu menciptakan efek pengganda dari kehadiran industri otomotif tersebut. Sinergi ini dinilai penting tidak hanya untuk kesejahteraan warga, tetapi juga untuk memperkuat struktur industri nasional.

Sebelumnya, BYD resmi mengoperasikan pabrik perakitannya di Subang pada Kamis (3/9/2026). Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 108 hektare ini memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun, sebuah angka yang menjadikannya salah satu fasilitas manufaktur roda empat terbesar dari pabrikan China di Indonesia.

Kehadiran pabrik seluas itu tentu menarik minat banyak pihak. Namun tanpa perencanaan CSR yang matang, dampak ekonomi bagi warga lokal bisa jadi minim. Usulan pelatihan katering dan kemitraan UMKM yang disuarakan Sugeng menjadi pengingat bahwa industrialisasi harus berjalan beriringan dengan pemerataan kesejahteraan.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks