HALMAHERA BARAT — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai merealisasikan perbaikan infrastruktur jalur keluar-masuk kendaraan di kawasan Terminal Goal, Jumat (4/9/2026). Pembenahan ini tidak sekadar melancarkan arus transportasi, melainkan menjadi fondasi awal untuk mengoptimalkan fungsi terminal sebagai penggerak ekonomi warga dan pemasok Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dishub Halmahera Barat, Fabianus Atajalim, menyatakan bahwa perbaikan infrastruktur ini diharapkan menjadi pemantik utama pergerakan ekonomi di wilayah sekitar terminal. Dengan akses yang lebih tertata, aktivitas bongkar muat dan mobilitas penumpang diharapkan meningkat.
Enam Desa Sekitar Terminal Goal Diajak Kolaborasi
Fabianus menuturkan, ke depan instansinya berencana bersinergi dengan enam kepala desa serta pemerintah desa yang wilayahnya berada di sekitar area Terminal Goal. Kerja sama ini dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian lokal secara lebih masif dan terarah.
“Dengan optimalisasi terminal Goal, pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis desa diharapkan dapat segera tumbuh dan berkembang,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima media, Jumat.
Kolaborasi tersebut nantinya akan melibatkan para pengusaha lokal dan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang tersebar di sejumlah desa penyangga terminal. Keterlibatan pelaku usaha ini menjadi kunci agar manfaat pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
Jalur Baru untuk Wujudkan Program Halbar Sejahtera
Terobosan yang dilakukan Dishub Halmahera Barat ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan salah satu program unggulan Bupati James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhamad, yakni Halbar Sejahtera. Perbaikan akses terminal dinilai sebagai titik awal yang strategis untuk mencapai target kesejahteraan tersebut.
Dengan tertatanya akses keluar-masuk kendaraan, aktivitas ekonomi di Terminal Goal diyakini akan semakin hidup. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan terminal bukan hanya sebagai tempat persinggahan kendaraan umum, tetapi juga sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi desa-desa di sekitarnya.