Pencarian

Rupiah Terus Melemah ke Rp17.988 per Dolar AS Pagi Ini, Sentuh Level Terendah Baru

Jumat, 26 Juni 2026 • 09:47:31 WIB
Rupiah Terus Melemah ke Rp17.988 per Dolar AS Pagi Ini, Sentuh Level Terendah Baru
Rupiah pagi ini melemah ke posisi Rp17.988 per dolar AS, menyentuh level terendah baru.

MALUKU UTARA — Berdasarkan data pasar yang dihimpun ANTARA di Jakarta, Jumat pagi, rupiah dibuka di zona merah dan langsung kehilangan hampir setengah persen nilainya dalam hitungan menit. Posisi Rp17.988 per dolar AS ini nyaris menembus level psikologis Rp18.000, level yang terakhir kali disentuh saat krisis moneter tahun 1998.

Dolar AS Kembali Perkasa, Rupiah Terbebani Sentimen Eksternal

Tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) pagi ini masih bertahan di kisaran 104,5, didukung oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Kondisi ini membuat investor asing cenderung menghindari aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia. Arus modal asing keluar dari pasar obligasi dan saham domestik masih berlanjut dalam beberapa hari terakhir, menambah beban bagi nilai tukar rupiah.

Fakta Singkat Pelemahan Rupiah Pagi Ini

  • Pelemahan: 45 poin atau 0,25% dalam satu sesi perdagangan pagi.
  • Level saat ini: Rp17.988 per dolar AS, terlemah sejak awal pekan ini.
  • Penutupan sebelumnya: Rp17.943 per dolar AS pada Kamis sore.
  • Jarak ke level kritis: Hanya 12 poin menuju Rp18.000.

Intervensi BI Menjadi Kunci Penahan Laju

Bank Indonesia (BI) diprediksi akan kembali melakukan intervensi ganda di pasar valas dan pasar obligasi untuk menahan pelemahan lebih lanjut. Langkah ini sudah beberapa kali dilakukan pekan lalu saat rupiah mendekati level Rp18.000. Gubernur BI sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya akan menjaga stabilitas kurs sesuai fundamental ekonomi, meskipun tekanan eksternal sedang tinggi.

Pelaku pasar kini menanti data inflasi Indonesia bulan depan serta keputusan suku bunga AS pada pertemuan The Fed awal bulan depan. Dua faktor ini akan menentukan arah rupiah dalam jangka pendek.

Dampak ke Sektor Riil dan Investor

Bagi importir, pelemahan rupiah berarti biaya bahan baku impor akan semakin mahal, berpotensi menekan margin keuntungan. Sementara bagi eksportir, posisi ini justru menguntungkan karena penerimaan dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah. Investor di pasar saham disarankan mencermati saham-saham berbasis ekspor seperti sektor komoditas tambang dan perkebunan yang cenderung diuntungkan.

Pasar obligasi juga masih tertekan. Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun pagi ini naik 5 basis poin, menandakan investor asing masih melakukan aksi jual.

Bagikan
Sumber: kl.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks