Pencarian

Dosen Unkhair Kenalkan Metode “SeGeRa Ke RS” ke Warga Pesisir Ternate, Angka Stroke di Malut 4,6 per 1.000 Penduduk

Senin, 20 Juli 2026 • 18:20:02 WIB
Dosen Unkhair Kenalkan Metode “SeGeRa Ke RS” ke Warga Pesisir Ternate, Angka Stroke di Malut 4,6 per 1.000 Penduduk
Dosen Unkhair memperkenalkan metode deteksi dini stroke 'SeGeRa Ke RS' kepada warga pesisir Ternate.

TERNATE — Penyuluhan yang berlangsung di SDN 49 Kota Ternate ini dihadiri langsung Lurah Kelurahan Tabam. Inisiatif ini digerakkan oleh dr. Aryandhito Widhi Nugroho, Ph.D., Sp.BS dan dr. Nur Upik En Masrika, M.Biomed. Mereka menilai angka stroke di Maluku Utara belum mencerminkan kondisi riil akibat keterbatasan akses kesehatan dan minimnya informasi di pulau-pulau kecil.

Apa Itu Metode “SeGeRa Ke RS” untuk Deteksi Stroke?

Dalam pemaparannya, tim medis memperkenalkan akronim “SeGeRa Ke RS” sebagai panduan sederhana mengenali gejala awal stroke. Metode ini terdiri dari enam langkah: Senyum tidak simetris, Gerak separuh tubuh melemah, Ra atau bicara pelo, Ke atau kebas pada separuh tubuh, R atau rabun mendadak, dan S atau sakit kepala hebat yang tiba-tiba.

“Jika salah satu gejala tersebut muncul, masyarakat diimbau untuk langsung membawa pasien ke rumah sakit tanpa menunda,” ujar dr. Aryandhito. Ia menekankan bahwa stroke memiliki ‘periode emas’ dalam beberapa jam pertama yang sangat menentukan peluang kesembuhan dan mencegah kecacatan permanen.

Mitos Berbahaya yang Dibantah Dokter

Tim dokter juga meluruskan praktik keliru yang masih dipercaya sebagian warga, seperti menusuk ujung jari atau daun telinga dengan jarum saat serangan stroke terjadi. Tindakan tersebut ditegaskan tidak memiliki dasar medis dan justru membuang waktu krusial pasien yang seharusnya segera mendapat penanganan di fasilitas kesehatan.

“Penanganan yang cepat sangat menentukan. Jangan sampai mitos menghalangi pasien mendapatkan pertolongan medis yang tepat,” tambah dr. Nur Upik En Masrika.

Pencegahan Stroke: Warga Diimbau Terapkan Pola Hidup “CERDIK”

Sebagai langkah preventif, masyarakat diajak menerapkan perilaku hidup sehat “CERDIK”. Program ini meliputi Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang rendah garam dan lemak, Istirahat cukup, serta Kelola stres.

Warga juga diimbau rutin memeriksakan tekanan darah di Puskesmas terdekat. Hipertensi disebut sebagai faktor risiko utama penyebab stroke, dan deteksi dini melalui cek tekanan darah rutin bisa mencegah komplikasi serius.

Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks