MALUKU UTARA — Film horor Lastri: Arwah Kembang Desa dijadwalkan tayang di bioskop Malaysia mulai 22 Oktober 2026, setelah lebih dulu rilis di Indonesia pada 16 Juli 2026. Produksi Abelle Pictures itu mengangkat urban legend dari Pati, Jawa Tengah, dengan pemeran Atmi, Audy Bella, yang juga menjabat eksekutif produser. Ekspansi ke negeri jiran ini disebut sebagai langkah memperkenalkan karya perfilman Indonesia ke penonton yang lebih luas.
Abelle Pictures mengonfirmasi jadwal penayangan Lastri: Arwah Kembang Desa di Malaysia melalui keterangan tertulis pada Jumat (16/10/2026). Keputusan itu menyusul rilis domestik film tersebut tiga bulan sebelumnya.
Film ini bukan sekadar teror horor. Naskahnya menyatukan atmosfer seram, konflik antarkarakter, dan drama emosional yang berakar pada cerita rakyat Pati.
Kisah Atmi dan Arwah Lastri
Cerita berpusat pada Atmi, perempuan lanjut usia yang diteror sosok tak berwujud. Arwah itu belakangan diketahui adalah Lastri (Hana Saraswati), kembang desa di Kampung Bandeng yang menikah muda dengan juragan tambang pasir, Turenggo, diperankan mendiang Gary Iskak.
Selain Audy Bella dan Hana Saraswati, film ini melibatkan Yama Carlos, Joe Richard, Dodit Mulyanto, Nando Hilmi, Debby Sahertian, Ingrid Wijanarko, Rizal Djibran, Ratu Meta, dan Pak Yusub. Produksinya digarap di Lumajang, Jawa Timur, meski legenda yang diangkat berasal dari Pati.
Alasan Audy Bella Bangga Filmnya Melintas Negara
Sebagai eksekutif produser sekaligus pemeran Atmi, Audy Bella menyebut penayangan di Malaysia sebagai pencapaian penting bagi rumah produksinya.
"Sebagai bagian dari keluarga besar Abelle Pictures, saya bangga dan bahagia karena film ini tidak hanya bisa dinikmati penonton Indonesia, tetapi juga hadir di bioskop Malaysia. Kami berharap penonton di Malaysia ikut merasakan ketegangan, misteri, dan emosi yang kami hadirkan," ujar Audy.
Harapan serupa datang dari sisi penyutradaraan. Hendry Tivo menegaskan bahwa filmnya dirancang agar penonton tidak hanya takut, tetapi juga terbawa konflik ceritanya.
"Kami berusaha membuat Lastri bukan sekadar film yang menghadirkan rasa takut, tetapi juga memiliki cerita dan konflik yang membuat penonton ikut terlibat secara emosional. Semoga kehadiran film ini di Malaysia mendapat sambutan positif dan menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan karya perfilman Indonesia kepada penonton yang lebih luas," tuturnya.
Urban Legend Pati Jadi Daya Tarik Utama
Hana Saraswati sebelumnya menyebut legenda Lastri sebagai salah satu alasan ia tertarik menggarap film ini. Kisah itu masih dikenal luas oleh masyarakat hingga sekarang.
"Urband legend dari Pati tapi memang kita produksinya di Lumajang," kata Hana, yang juga menyoroti kekuatan naskah sebagai daya tarik kedua.
Bagi industri film nasional, langkah Abelle Pictures menambah daftar judul horor Indonesia yang menembus pasar Asia Tenggara. Bioskop Malaysia menjadi ujian pertama Lastri: Arwah Kembang Desa di luar pasar domestik sejak rilis Juli lalu.