HALMAHERA SELATAN — Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memasuki triwulan IV tahun anggaran 2026 dengan pekerjaan rumah besar: mengejar realisasi program yang belum maksimal. Abdillah Kamarullah menegaskan seluruh pimpinan OPD tidak punya banyak waktu tersisa.
Dalam apel disiplin pegawai, Abdillah meminta setiap pimpinan OPD segera memproses tahapan kegiatan yang masih tertinggal. Pelaksanaan harus selesai sesuai target yang sudah ditetapkan.
"Setiap pimpinan OPD segera memproses tahapan kegiatan yang belum berjalan maksimal agar pelaksanaannya dapat diselesaikan sesuai target," ujar Abdillah di hadapan peserta apel.
Keterlambatan Berpotensi Jadi Beban Anggaran 2027
Abdillah mengingatkan konsekuensi konkret dari lambatnya pelaksanaan kegiatan. Realisasi anggaran yang rendah di penghujung tahun akan menumpuk menjadi beban kerja pada tahun anggaran berikutnya.
Karena itu, ia meminta seluruh OPD memastikan penyerapan anggaran berjalan optimal sebelum tahun anggaran 2026 berakhir. Sisa waktu dimanfaatkan untuk menuntaskan program yang masih menggantung.
"Di sisa waktu yang ada ini, kami berharap progres capaian dan serapan anggaran bisa maksimal. Jika tidak memenuhi target, kita akan terbebani lagi pada 2027," tegasnya.
Pengawasan dan Jadwal Pekerjaan Jadi Perhatian
Selain percepatan realisasi, Abdillah meminta pimpinan OPD mencermati tahapan dan jadwal pekerjaan yang telah ditetapkan. Pengawasan pelaksanaan program perlu diperkuat agar kendala di lapangan cepat ditangani.
Koordinasi internal di lingkungan masing-masing OPD disebut menjadi kunci agar setiap program berjalan sesuai perencanaan. Tanpa koordinasi yang rapi, persoalan di lapangan berisiko terlambat terdeteksi.
Abdillah menegaskan percepatan pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran harus menjadi prioritas pada penghujung tahun anggaran. Harapannya, pelaksanaan APBD Perubahan 2026 berjalan lebih efektif dan pekerjaan yang belum tuntas tidak menjadi beban pada tahun anggaran 2027.