MALUKU UTARA — Berdasarkan data RTI Business, indeks acuan pasar saham nasional itu kehilangan sekitar 3,9 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Kondisi ini kontras dengan pergerakan indeks LQ45 yang justru berhasil menguat 0,12% ke level 641,82 pada akhir sesi perdagangan.
Sepanjang hari, pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Setelah dibuka menguat dan sempat melesat hingga area 6.566, tekanan jual mulai mendominasi menjelang penutupan. Aksi ambil untung ini dinilai wajar mengingat indeks telah menguat cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Data Perdagangan dan Aksi Investor Hari Ini
Aktivitas transaksi di bursa masih tergolong ramai pada hari ini. Data RTI Business mencatat total volume perdagangan mencapai 35,30 miliar lembar saham dengan nilai transaksi yang ditransaksikan mencapai Rp 15,15 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.007.391 kali.
Dari sisi breadth pasar, tekanan jual terlihat lebih dominan. Sebanyak 328 saham ditutup melemah, sementara 276 saham lainnya berhasil menguat, dan 188 saham tercatat stagnan. Kondisi ini menunjukkan koreksi yang terjadi cukup merata di sebagian besar sektor saham.
Kinerja IHSG Tetap Positif Secara Bulanan
Meskipun ditutup melemah hari ini, kinerja IHSG sepanjang sebulan terakhir masih sangat impresif. Indeks tercatat menguat 7,01% secara point-to-point, menjadikannya salah satu pasar saham dengan kinerja terbaik di kawasan. Sentimen positif dari aliran dana asing dan data ekonomi domestik yang solid menjadi pendorong utama penguatan tersebut.
Secara kumulatif dalam lima hari perdagangan terakhir, IHSG masih mampu mencatatkan penguatan sebesar 0,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa koreksi tipis hari ini belum mengubah tren penguatan jangka pendek yang sedang berlangsung.
Pelaku pasar kini akan mencermati sejumlah data ekonomi global dan domestik pekan depan untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Normalisasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat dan rilis data inflasi domestik menjadi katalis yang paling ditunggu. Investasi mengandung risiko.