SANANA — Empat desa di Kabupaten Kepulauan Sula bakal menikmati program air bersih dan sanitasi tahun depan. Program Pamsimas dengan total anggaran sekitar Rp 1,4 miliar itu dijadwalkan berjalan pada 2026, menyasar wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan akses air layak konsumsi.
Ketua Fraksi Hanura DPRD Provinsi Maluku Utara, Yusran Pauwah, mengatakan dana tersebut tidak dibagi rata ke setiap desa. Alokasi disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi riil yang diajukan melalui proposal ke Balai Cipta Karya.
Prioritas Utama di Desa Terdampak Banjir
Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, menjadi perhatian khusus dalam program ini. Wilayah tersebut sebelumnya diterjang banjir yang memicu krisis air bersih berkepanjangan.
"Untuk program Pamsimas, yang diprioritaskan adalah Desa Waisakai senilai Rp 500 juta. Kebetulan Waisakai kemarin ada musibah dan krisis air bersih," ujar Yusran kepada wartawan di Sanana, Kamis (13/2).
Selain Waisakai, tiga desa lain yang masuk daftar penerima adalah Desa Waigai di Kecamatan Sulabesi Selatan, Desa Waiina di Kecamatan Sulabesi Barat, dan Desa Wailab di Kecamatan Mangoli Selatan. Yusran menegaskan besaran bantuan untuk masing-masing desa akan mengikuti usulan kebutuhan yang masuk.
Di Luar Usulan Bupati Senilai Rp 5,5 Miliar
Yusran menekankan anggaran Pamsimas tersebut berada di luar usulan bantuan yang sebelumnya diajukan Bupati Kepulauan Sula senilai Rp 5,5 miliar. Usulan bupati itu telah diperjuangkan Fraksi Hanura dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Maluku Utara dan akan dieksekusi lewat APBD Perubahan Provinsi.
"Ini di luar proposal Bupati Rp 5,5 miliar. Usulan Bupati yang disampaikan dan diperjuangkan oleh Fraksi Hanura saat paripurna itu nanti dieksekusi melalui APBD Perubahan Provinsi," jelasnya.
Dengan begitu, total potensi anggaran air bersih yang bakal mengalir ke Kepulauan Sula mencapai hampir Rp 7 miliar jika kedua skema terealisasi. Namun, Yusran mengingatkan agar pemerintah desa di empat wilayah penerima menyampaikan data kebutuhan secara akurat.
Data Riil Kunci Ketepatan Sasaran
Akurasi data menjadi syarat utama agar program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Yusran meminta setiap desa tidak melebih-lebihkan atau mengurangi angka kebutuhan di lapangan.
"Saya berharap dari anggaran tersebut, empat desa menyampaikan data yang riil untuk kebutuhan anggarannya Rp 1,4 miliar ini dibagi sesuai kebutuhan," pungkasnya.
Program Pamsimas diharapkan memperluas akses warga Kepulauan Sula terhadap air bersih dan sanitasi layak, terutama di desa-desa yang selama ini mengandalkan air hujan atau sumber yang rentan tercemar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten ini menjadi salah satu langkah konkret menekan angka stunting dan penyakit berbasis lingkungan di wilayah kepulauan.