Christina Lesnussa menegaskan bahwa sensus ekonomi merupakan langkah strategis dalam menyediakan data yang akurat, lengkap, dan komprehensif. Data tersebut akan menjadi pijakan penting dalam perencanaan pembangunan serta penyusunan kebijakan pemerintah daerah ke depan.
"Data tersebut nantinya menjadi salah satu pijakan penting dalam perencanaan pembangunan serta penyusunan kebijakan pemerintah daerah," ujar Christina di ruang kerjanya.
Sinergi Legislatif dan Eksekutif Dorong Partisipasi Pelaku Usaha
Menurut Christina, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS. Diperlukan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, terutama para pelaku usaha di Halmahera Utara. DPRD dan pemerintah daerah saat ini bersinergi mendorong keterlibatan aktif mereka.
"Dukungan ini merupakan bentuk sinergi antara lembaga legislatif dan pemerintah daerah dalam mendorong partisipasi seluruh pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus," jelasnya.
Ia optimistis dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, DPRD, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data berkualitas.
Apresiasi ke BPS dan Ajakan 'Torang Basudara'
Selain mendorong partisipasi, Christina juga menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Halmahera Utara atas kinerjanya dalam menyediakan data statistik. Ia menilai BPS sebagai lembaga independen dan terpercaya yang berperan penting dalam perumusan kebijakan berbasis data.
"BPS memiliki peran penting dalam menyediakan data yang akurat dan terpercaya sebagai dasar dalam perumusan kebijakan. Ini tentu sangat penting dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045," tuturnya.
Di akhir pertemuan, Christina mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Halmahera Utara, untuk bersama-sama menyukseskan sensus. "Mari torang bersama-sama memberikan dukungan serta menyukseskan Sensus Ekonomi 2026," pungkasnya.