TERNATE — Puluhan Anak Binaan di LPKA Kelas II Ternate menuai hasil kerja keras mereka sendiri. Mereka sukses memanen tomat dan sawi dari kebun yang dikelola di area terbatas milik institusi. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian tidak hanya berhenti di teori, tapi menghasilkan produk pangan riil.
Kepala LPKA Kelas II Ternate, Nona Ahmad, hadir langsung dalam kegiatan panen tersebut. Ia didampingi para pejabat struktural dan staf pegawai. Momen itu juga diikuti oleh Anak Binaan yang antusias memetik hasil kebun mereka sendiri.
Dari Lahan Sempit ke Kontribusi Nasional
Kegiatan ini bukan soal berapa kilogram tomat dan sawi yang dipanen. Lebih dari itu, panen raya ini adalah langkah strategis LPKA Ternate untuk mengoptimalkan lahan tidur yang ada. Hasilnya, institusi ini ikut mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo di sektor swasembada pangan.
"Ini wujud nyata bahwa institusi pembinaan mampu mengambil peran aktif dalam program ketahanan pangan nasional," ujar Nona Ahmad dalam keterangannya, Senin. Ia menambahkan, keberhasilan ini membuktikan bahwa lahan sempit pun bisa produktif jika dikelola dengan serius.
3 Fakta di Balik Panen Raya LPKA Ternate
- Bukan sekadar kegiatan: Panen tomat dan sawi ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian berkelanjutan yang sudah berjalan di LPKA Ternate. Anak Binaan diajari teknik bercocok tanam dari nol hingga panen.
- Dukung swasembada pangan: Hasil pertanian ini menjadi kontribusi langsung LPKA Ternate terhadap program Asta Cita Presiden. Lembaga ini membuktikan diri sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar institusi pemasyarakatan.
- Edukasi agrikultur: Ke depan, program pertanian ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal. LPKA Ternate berencana menjadikannya wadah edukasi agrikultur berkelanjutan bagi Anak Binaan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kedaulatan Pangan
Keberhasilan panen raya ini tidak akan berhenti di sini. LPKA Kelas II Ternate berkomitmen menjaga keberlanjutan program pertanian tersebut. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan internal secara mandiri, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi bekal keterampilan bagi Anak Binaan setelah mereka kembali ke masyarakat.
Visi kedaulatan pangan negara, menurut LPKA Ternate, bisa dimulai dari langkah kecil di dalam institusi pembinaan. Dengan semangat "Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat", panen tomat dan sawi ini menjadi contoh konkret bahwa setiap elemen bangsa bisa berkontribusi, tanpa terkecuali.