TERNATE — Sebuah kisah perjuangan dan kebersamaan datang dari Kota Ternate, Maluku Utara, menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Komunitas ibu-ibu pengemudi ojek yang tergabung dalam CI Ojek Andalan Kota Ternate berhasil menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada panitia Masjid Ikhwanul Muslimin, Kelurahan Moya.
Sapi kurban berukuran besar itu bukan dibeli dengan uang banyak sekaligus. Hewan tersebut merupakan hasil tabungan para anggota yang dikumpulkan sedikit demi sedikit selama hampir satu tahun penuh.
Nabung Rp10 Ribu Sehari di Tengah Hujan dan Panas
Di bawah kepemimpinan Ketua CI Ojek Andalan, Rustina Ishak, para ibu pengemudi ojek ini memiliki kebiasaan menyisihkan Rp10 ribu per hari. Uang tersebut diambil langsung dari penghasilan mereka saat menarik penumpang di jalanan Kota Ternate.
Kebiasaan itu tidak mudah. Mereka harus tetap berkomitmen menabung meski harus menghadapi panas, hujan, hingga kondisi penumpang yang tak menentu setiap harinya. "Kadang ada hari sepi penumpang, kadang capek di jalan, tapi kami tetap berusaha menyisihkan. Tanpa terasa berbulan-bulan berlalu dan tabungan kami pun terkumpul," kata Rustina dalam pernyataannya.
Perasaan Campur Aduk Sang Ketua Komunitas
Rustina Ishak mengaku perasaannya campur aduk saat sapi kurban itu akhirnya bisa diserahkan. "Alhamdulillah, hari ini perasaan saya campur aduk, haru, bangga, dan sangat bersyukur. Tidak pernah terbayang sebelumnya, dari uang yang kami sisihkan sedikit demi sedikit setiap hari, akhirnya kami bisa berkurban satu ekor sapi," ujarnya.
Menurut Rustina, nominal yang disisihkan memang kecil. Namun karena dilakukan bersama-sama dan dengan niat yang sama, tabungan tersebut akhirnya terkumpul hingga mencukupi harga seekor sapi kurban.
Simbol Perjuangan Perempuan Pekerja Jalanan
Bagi Rustina, pencapaian ini bukan sekadar memenuhi ibadah tahunan. Ia menilai kurban tersebut menjadi simbol perjuangan, kekompakan, dan ketulusan para perempuan pekerja di jalanan Kota Ternate.
Kisah komunitas CI Ojek Andalan Kota Ternate ini menjadi inspirasi bahwa berkurban tidak selalu tentang besarnya kemampuan. Lebih dari itu, niat, konsistensi, dan kesungguhan dalam beribadah adalah kunci utama. Semangat kebersamaan yang mereka tunjukkan menjadi bukti bahwa dari hal-hal sederhana dapat lahir keberkahan yang besar.