TERNATE — Hankam menilai Musprov III APINDO Maluku Utara sebagai pintu masuk untuk memperkuat komunikasi bisnis antara pengusaha daerah, investor dari Jakarta, dan pemerintah. Menurutnya, forum semacam ini baru bernilai jika menghasilkan kesepakatan yang jelas dan segera diimplementasikan.
Ia menyoroti kebiasaan lama di mana hasil musyawarah berhenti pada pembicaraan. Kesepakatan yang ditandatangani, katanya, harus bisa diterjemahkan menjadi program aksi yang memberi manfaat nyata bagi perekonomian daerah.
Mengapa Halmahera Selatan Diminta Lepas dari Ketergantungan Tambang
Menurut Hankam, pengembangan potensi daerah secara optimal dapat menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan ekonomi dan memperluas sektor pembangunan di Maluku Utara. Halmahera Selatan menjadi contoh yang ia sebut paling membutuhkan diversifikasi sektor unggulan.
Ia tidak merinci sektor mana yang dimaksud dalam wawancara tersebut. Namun ia menegaskan bahwa ketergantungan pada pertambangan perlu disikapi dengan pengembangan sektor lain agar ekonomi daerah tidak rapuh.
MoU dan Rencana Investasi Masih Perlu Diperjelas
Hankam mengungkapkan rencana kerja sama investasi yang dibahas dalam forum itu masih perlu diperjelas. Pertemuan lanjutan bersama dinas terkait dan para investor dari Jakarta diharapkan merumuskan langkah strategis yang lebih terarah.
Ia meminta implementasi setiap rencana dilakukan secara transparan dan melibatkan seluruh pihak terkait, termasuk pemangku kepentingan di daerah, agar prosesnya bisa dipantau bersama.
"Harus diaplikasikan secara transparan dan melibatkan semua pihak. Jangan sampai hanya menjadi wacana," ujarnya.
Konsultasi ke Kementerian Investasi Belum Berbuah Kegiatan Konkret
Upaya mendorong investasi dan peningkatan ekonomi daerah, kata Hankam, sebenarnya telah lama disuarakan. Konsultasi dengan pemerintah hingga Kementerian Investasi sudah dilakukan, tetapi berbagai gagasan itu belum sepenuhnya terealisasi melalui kegiatan konkret.
Karena itu ia memandang Musprov III APINDO Maluku Utara sebagai momentum untuk kembali menggerakkan gagasan tersebut melalui konsultasi bisnis dan penjajakan investasi, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah. Kita berharap ke depan ada langkah nyata sehingga potensi yang dimiliki daerah bisa dikembangkan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi," tutup Hankam.
Harapan pada Pertemuan Pengusaha, Investor, dan Pemerintah
Hankam berharap pertemuan antara pengusaha, investor, dan pemerintah menghasilkan program yang terukur, memiliki kejelasan pelaksanaan, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Sebelumnya, dalam wawancara di Muara, ia menegaskan harapan serupa untuk forum tersebut. "Harapan saya, ketika musyawarah ini dilaksanakan, kemudian ada dialog dan nota kesepahaman atau MoU, semuanya jangan sekadar di atas kertas. Harus jelas dan segera diimplementasikan," tegasnya.