MOROTAI — Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai Tahmid Bilo menyatakan pelayanan pangan murah akan dibuka melalui stan dinas sepanjang festival berlangsung. Program itu menyasar komoditas yang harganya naik di pasaran, terutama cabai rawit dan cabai keriting.
"Gerakan Pangan Murah akan kami laksanakan selama kegiatan Morotai Festival berlangsung. Kami mengajak masyarakat dan pengunjung untuk datang ke stan Dinas Pertanian karena pelayanan tetap dibuka selama kegiatan," ujar Tahmid, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Cabai Jadi Perhatian karena Tekan Belanja Dapur
Kenaikan harga cabai disebut menjadi salah satu perhatian dinas karena berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga. Kelompok yang paling merasakan dampaknya adalah ibu rumah tangga yang memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
"Kehadiran program ini diharapkan bisa memberi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih bersahabat," ujarnya.
Bukan Cuma Pangan: Pupuk Subsidi hingga Cek Hewan Gratis
Stan dinas di Morovest 2026 juga membuka pelayanan informasi dan administrasi distribusi pupuk bersubsidi bagi petani. Warga yang belum terdaftar dalam kelompok tani bisa mendaftar di lokasi dengan membawa Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk.
"Warga yang belum terdaftar dalam kelompok tani dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pendaftaran dengan membawa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke stan dinas di lokasi festival," terangnya.
Layanan lain yang tersedia adalah pemeriksaan dan pengobatan hewan secara gratis. Dinas turut menerima laporan petani yang mengalami kerusakan lahan akibat kebakaran hutan dan lahan.
Petani Diminta Laporkan Lahan Terdampak Karhutla
Tahmid mengimbau petani yang lahannya terdampak kebakaran, terutama dari desa-desa yang telah menyelesaikan pendataan, agar segera melapor melalui stan pelayanan. Laporan itu menjadi bahan dinas menghimpun informasi kerusakan lahan pertanian dan kondisi yang dialami petani di lapangan.
"Pelaporan itu diperlukan untuk membantu dinas menghimpun informasi mengenai kerusakan lahan pertanian dan kondisi yang dialami petani di lapangan," jelasnya.
Seluruh layanan tersebut berjalan selama empat hari pelaksanaan Morovest 2026, 26–29 Oktober. Tahmid berharap warga dan pengunjung memanfaatkan kesempatan itu, baik untuk kebutuhan pangan maupun pengurusan administrasi pupuk bersubsidi.
"Kami berharap masyarakat dan pengunjung dapat memanfaatkan pelayanan ini dengan sebaik-baiknya, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun bagi petani yang ingin mengurus administrasi pupuk bersubsidi," tambahnya.