Ternate — Dalam forum yang dihadiri santri dan pelajar tersebut, Rizal menyoroti sejumlah persoalan yang membayangi generasi muda saat ini. Mulai dari derasnya arus informasi, perubahan sosial, maraknya perundungan, hingga menurunnya kepedulian terhadap sesama.
"Oleh karena itu, santri dan pelajar merupakan bagian penting dari penerus bangsa yang tidak hanya berilmu dan beradab, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap tanah air," ujarnya.
Tiga Nilai yang Diminta Ditamankan Sejak Dini
Rizal menguraikan tiga nilai utama yang perlu ditanamkan secara berkesinambungan. Pertama, akhlak mulia yang diwujudkan lewat sikap jujur, santun, amanah, menghormati orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama.
Kedua, pembentukan karakter melalui kedisiplinan, kemandirian, ketangguhan, dan tanggung jawab. Ketiga, cinta tanah air yang tercermin dari sikap menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
"Ilmu memberikan kemampuan, tetapi akhlak dan karakterlah yang menuntun penggunaan ilmu," tegasnya.
Peran Pemkot Ternate: Kebijakan hingga Fasilitasi Kolaborasi
Pemerintah Kota Ternate menyatakan mengambil peran strategis melalui penyusunan kebijakan dan program yang mendukung pendidikan karakter serta penguatan kehidupan keagamaan. Pemkot juga memfasilitasi kolaborasi antara pesantren, sekolah, keluarga, tokoh agama, dan masyarakat.
Dukungan lain diwujudkan lewat kegiatan kepemudaan, literasi digital, pelestarian budaya lokal, gotong royong, serta aktivitas yang meningkatkan kepedulian sosial. Rizal menilai komitmen itu harus diikuti keteladanan dalam pelayanan publik yang jujur, adil, disiplin, dan bertanggung jawab.
Sinergi Ulama, Sekolah, dan Keluarga Jadi Kunci
Rizal menegaskan pembangunan generasi berkarakter tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Ulama dan pesantren berperan menanamkan nilai agama, adab, keteladanan, dan kepedulian sosial, sementara pemerintah menyusun kebijakan, menyediakan fasilitas, dan memastikan keberlanjutan program.
Pendidik dan sekolah mengembangkan ilmu pengetahuan, kedisiplinan, nalar kritis, serta kebiasaan positif. Keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam membentuk akhlak serta rasa tanggung jawab anak.
Masyarakat diminta menciptakan lingkungan yang aman, toleran, dan menjunjung semangat gotong royong. Rizal mengajak warga membiasakan perilaku positif sehari-hari, seperti mengucapkan salam, bersikap sopan, disiplin waktu, jujur, dan bertanggung jawab.
Media Digital Diminta Disaring, Perundungan Dicegah
Kegiatan keagamaan, literasi, olahraga, seni, dan pengabdian sosial perlu terus dihidupkan. Penggunaan media digital juga harus bijak dengan menyaring informasi, menghindari ujaran kebencian, serta mencegah perundungan.
Rizal berharap santri mampu menjaga tradisi keilmuan dan akhlak sekaligus terbuka terhadap perkembangan zaman. Santri diharapkan menjadi jembatan persaudaraan yang menghormati perbedaan dan menjaga persatuan bangsa.
"Generasi berakhlak mulia adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa," pungkasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat sinergi membangun generasi muda, dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, hingga kehidupan bermasyarakat.