PULAU MOROTAI — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mengambil langkah antisipatif menjelang gelaran konvoi Piala Dunia. Wakil Bupati Rio Christian Pawane secara khusus menyoroti peran vital koordinator tim dalam mengawasi perilaku peserta di lapangan.
Aturan Ketat untuk Peserta Konvoi
Rio menegaskan, koordinator wajib mengatur dan mengawasi anggotanya agar tidak melakukan pelanggaran yang membahayakan keselamatan. Ia melarang keras praktik berbahaya seperti satu sepeda motor ditumpangi tiga orang.
“Setiap koordinator tim pawai atau konvoi harus mengoordinir anggotanya agar tertib berlalu lintas. Tidak boleh satu sepeda motor ditumpangi tiga orang dan seluruh peserta wajib menggunakan helm,” tegasnya, Senin, 29 Juni 2026.
Larangan Keras Minuman Keras
Selain aturan berkendara, Wabup juga memberikan peringatan keras terkait konsumsi alkohol. Ia menilai minuman keras dapat memicu kecelakaan lalu lintas dan mengancam keselamatan pengguna jalan lain.
“Jika ditemukan ada peserta yang mengonsumsi minuman keras saat mengikuti konvoi, maka koordinator konvoi akan turut bertanggung jawab,” tegas Rio.
Kebijakan ini membuat koordinator tidak hanya bertugas mengatur barisan, tetapi juga memastikan kondisi fisik peserta dalam keadaan sadar penuh.
Imbauan Tidak Menguasai Badan Jalan
Rio juga mengingatkan agar peserta konvoi tidak memenuhi badan jalan secara berlebihan. Kegiatan harus tetap memberi ruang bagi kelancaran arus lalu lintas pengguna jalan lain.
“Kepada masyarakat yang melakukan pawai diharapkan menjaga keselamatan pribadi dan pengguna jalan yang lain dengan tidak memenuhi jalanan serta tetap berada pada lajur masing-masing,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai berharap seluruh rangkaian konvoi dapat berlangsung tertib dan aman tanpa menimbulkan insiden. Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan massa di jalan raya.