SOFIFI — Diklat Laskar Gerindra angkatan pertama 2026 itu diikuti peserta dari berbagai desa di Maluku Utara. Sahril Tahir menegaskan, pelatihan digelar untuk mengawal agenda dan program kerja Presiden Prabowo Subianto.
Peserta dituntut menjadi ujung tombak pengawalan program pemerintah di tingkat desa. Tiga program yang disebut Sahril sebagai prioritas pengawalan: pembangunan kampung nelayan merah putih, koperasi desa, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mengapa Gerindra Sebut Kadernya Pejuang Kaum Miskin
Sahril menempatkan posisi kader partainya di tengah masyarakat kecil. Menurutnya, Gerindra didirikan Prabowo Subianto dengan komitmen memperjuangkan kepentingan kaum miskin, buruh, dan petani.
"Partai Gerindra didirikan Pak Prabowo untuk berjuang bagi rakyat. Kami adalah pejuang kaum miskin, kaum papa, buruh, dan petani. Kami ada di situ," ujar Sahril dalam arahannya.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa kehadiran kader Gerindra di desa bukan sekadar representasi partai. Sahril meminta kader hadir sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kebutuhan warga.
Apa yang Harus Dipahami 300 Peserta Diklat
Melalui Diklat Laskar Gerindra, peserta diharapkan semakin memahami peran dan tanggung jawab mereka. Pemahaman itu mencakup pengawalan berbagai program pemerintah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo.
Materi pengawalan tidak berhenti di level kader desa. Sahril meminta seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ikut menjalankan perjuangan politik sesuai cita-cita pendirian partai.
Permintaan itu berlaku pula bagi anggota DPRD kabupaten/kota dari Partai Gerindra di Maluku Utara. Mereka diminta menyelaraskan kerja legislatif dengan agenda partai di daerah.