Pencarian

Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026 lewat PLTS Atap 3,8 MWp

Senin, 12 Oktober 2026 • 08:51:31 WIB
Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026 lewat PLTS Atap 3,8 MWp
Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Maslani menerima penghargaan ASEAN Energy Awards 2026 kategori On Grid di Manila, Filipina.

MALUKU UTARA — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih penghargaan ASEAN Energy Awards (AEA) 2026 kategori On Grid atas pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas 3,8 megawatt peak (MWp). Penghargaan tingkat Asia Tenggara itu diterima di Manila, Filipina, dalam rangkaian ASEAN Energy Business Forum 2026. Capaian ini menegaskan strategi perusahaan menekan emisi sekaligus menjaga keandalan operasional pabrik pupuk.

Paragraf pembuka: Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Maslani menerima langsung penghargaan tersebut di Manila, Filipina, Rabu (7/10). Menurut keterangan pers perusahaan, Minggu (11/10/2026), pengakuan itu diberikan atas upaya Pupuk Kaltim mengintegrasikan energi baru terbarukan (EBT) ke dalam kegiatan industri secara bertahap.

Dua Fase PLTS Atap yang Sudah Beroperasi

Kapasitas terpasang PLTS atap Pupuk Kaltim saat ini mencapai 3,8 MWp, terbagi dalam dua fase. Fase pertama menyumbang 1,2 MWp, sedangkan fase kedua menambah 2,6 MWp.

Dari sisi kinerja, sistem tersebut mencatat tingkat ketersediaan (availability factor) 98–98,6 persen. Produksi energinya mencapai 4.723.458 kilowatt-hour (kWh) per tahun.

Angka itu menunjukkan panel surya di atap fasilitas produksi mampu bekerja hampir sepanjang waktu, bukan sekadar proyek simbolis yang jarang dioperasikan.

Alasan Energi Bersih Jadi Prioritas Industri Pupuk

Maslani menyebut pemanfaatan PLTS atap sebagai cara membuktikan bahwa pengembangan energi bersih bisa berjalan beriringan dengan keandalan operasional industri.

"Melalui pemanfaatan PLTS Atap, kami berupaya membuktikan bahwa pengembangan energi bersih dapat berjalan beriringan dengan keandalan operasional industri," ujar Maslani dalam keterangan pers, Minggu (11/10/2026).

Industri pupuk termasuk sektor yang intensif energi karena proses produksi amonia dan urea butuh pasokan listrik serta uap stabil sepanjang hari. Karena itu, kehadiran PLTS atap tidak bisa mengorbankan keandalan pasokan. Pendekatan bertahap lewat dua fase menjadi pilihan Pupuk Kaltim agar transisi energi tidak mengganggu lini produksi.

Langkah ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah mempercepat bauran EBT di sektor industri, sekaligus menekan biaya energi jangka panjang di tengah fluktuasi harga bahan bakar.

Dampak ke Daya Saing dan Jejak Emisi

Bagi perusahaan, pemanfaatan energi surya berdampak langsung pada dua hal: efisiensi energi dan pengurangan emisi. Keduanya kian menentukan daya saing produk pupuk Indonesia di pasar ekspor, yang makin ketat soal standar keberlanjutan.

Pupuk Kaltim sendiri merupakan salah satu produsen pupuk terbesar di dalam negeri dengan peran penting menjaga pasokan pupuk nasional, terutama untuk sektor pertanian. Reputasi hijau dari ajang regional seperti AEA bisa memperkuat posisi perusahaan saat berhadapan dengan pembeli maupun mitra internasional.

Penghargaan AEA 2026 kategori On Grid menempatkan Pupuk Kaltim sejajar dengan perusahaan energi lain di Asia Tenggara yang dinilai berhasil memasang PLTS terhubung jaringan. Ajang ini digelar dalam rangkaian ASEAN Energy Business Forum 2026, forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri energi kawasan.

Penutup: Bagi Pupuk Kaltim, trofi AEA 2026 menjadi penanda bahwa investasi energi bersih di industri padat energi bukan mustahil. Pertanyaannya kini seberapa cepat kapasitas 3,8 MWp itu diperluas, mengingat target bauran EBT nasional menuntut kontribusi nyata dari sektor industri.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks