JAKARTA — Puta Dino Kayangan dan Rapidino, dua UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Maluku Utara, mencatatkan penjualan gabungan Rp 206 juta selama pameran KKI 2026 yang berlangsung empat hari di Jakarta International Expo, Kemayoran. Angka tersebut melonjak signifikan dari perolehan pada edisi sebelumnya, menjadi indikator penguatan ekonomi kreatif di daerah.
Secara keseluruhan, KKI 2026 yang digelar hingga 23 Agustus 2026 membukukan transaksi Rp 177,21 miliar dari partisipasi lebih dari 1.860 UMKM seluruh Indonesia. Hampir 560 pelaku usaha di antaranya mengikuti pameran secara luring dengan menampilkan produk wastra, fesyen siap pakai, kuliner, dekorasi rumah, hingga karya kreatif anak muda.
Maluku Utara Ikut Program Cangkir Barista dan Citra Nusa
Keikutsertaan Maluku Utara tidak hanya lewat produk wastra. Rey Garel Baldy menjadi perwakilan daerah dalam program Cangkir Barista yang fokus pada pengembangan wirausaha kopi, meliputi peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha. Sementara itu, Puta Dino Kayangan terpilih mengikuti program Citra Nusa yang dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM wastra melalui inovasi desain dan pengembangan produk berorientasi ekspor.
Dari dua program tersebut, Cangkir Barista menghasilkan enam juara terbaik dan empat juara terfavorit. Adapun Citra Nusa melahirkan lima juara terbaik dan tiga juara terfavorit.
Bank Indonesia: KKI Bukan Sekadar Ruang Transaksi
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menegaskan KKI diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM dari hulu ke hilir. Menurutnya, kolaborasi, inovasi, perluasan akses pasar, pembiayaan, serta penerapan prinsip keberlanjutan menjadi kunci agar usaha kecil tidak hanya tumbuh, tetapi juga tangguh dan berdaya saing.
“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida dalam seremoni penutupan KKI 2026 di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Pelaksanaan KKI tahun ini diperkuat dukungan 27 kementerian/lembaga, 34 asosiasi, mitra industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan dan kurasi UMKM turut didukung 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bank Indonesia, termasuk KPwBI Maluku Utara, serta lima kantor perwakilan luar negeri.
Target: Katalisator Ekonomi Kreatif Maluku Utara
Bank Indonesia menilai capaian UMKM binaan di KKI 2026 dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif di Maluku Utara. Komitmen penguatan dilanjutkan melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, digitalisasi, serta pengembangan ekosistem berkelanjutan.
“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” kata Aida.
Mengusung tema Beudaya MeusareSare atau "Berdaya Bersama-sama", KKI 2026 menjadi momentum membawa karya UMKM dari berbagai daerah semakin dikenal masyarakat luas sekaligus membuka jalan menuju pasar global.