MALUKU UTARA — Liverpool kembali memangkas kedalaman skuad lini tengahnya. Setelah melepas Curtis Jones ke Inter Milan, juara Serie A tersebut, The Reds kini berada di ambang kehilangan Stefan Bajcetic. Jurnalis transfer Fabrizio Romano melaporkan kesepakatan personal dengan Celta Vigo sudah hampir final, membuka jalan bagi pemain asal Spanyol itu untuk pulang kampung ke Galicia.
Keputusan ini membuat ruang mesin Liverpool di Anfield menipis. Manajer Andoni Iraola kini hanya memiliki sedikit opsi rotasi di sektor tengah, terutama dengan jadwal padat yang menanti di kompetisi domestik dan Eropa.
Stok Gelandang Menipis, Fans Mulai Cemas
Dengan kepergian Bajcetic, Liverpool praktis hanya mengandalkan nama-nama seperti Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch, dan Dominik Szoboszlai sebagai penghuni reguler lini tengah. Di bangku cadangan, opsi yang tersedia terlihat sangat terbatas untuk ukuran tim yang akan berlaga di multi-kompetisi.
Kekhawatiran suporter semakin besar melihat profil Gravenberch dan Szoboszlai yang cenderung maju dalam membawa bola. Tanpa sosok bertipe defensif murni sebagai pelapis, lini belakang berisiko kehilangan perlindungan ketika kedua pemain tersebut naik membantu serangan.
Karier Bajcetic yang Mandek Akibat Cedera
Kembalinya Bajcetic ke Balaídos adalah sebuah homecoming. Liverpool merekrutnya dari akademi Celta Vigo pada Desember 2020 dengan biaya yang tergolong murah. Di bawah asuhan Jurgen Klopp, ia sempat mencuri perhatian pada musim 2022/2023 sebagai gelandang bertahan muda yang menjanjikan.
Sayangnya, masalah cedera terkait pertumbuhan tulang menghentikan laju perkembangannya. Ia hanya tampil tiga kali di musim 2023/2024 sebelum akhirnya dipinjamkan ke Red Bull Salzburg dan Las Palmas untuk mencari menit bermain.
Keputusan Berisiko di Tengah Padatnya Jadwal
Bagi Bajcetic, kepindahan ini adalah kesempatan untuk menghidupkan kembali karier yang sempat redup. Namun bagi Liverpool, keputusan melepas satu lagi gelandang cadangan tanpa mendatangkan pengganti bermental defensif dianggap sebagai langkah spekulatif. Pertanyaannya kini, akankah manajemen bergerak cepat di sisa bursa transfer untuk menambal lubang tersebut?