MALUKU UTARA — Kepindahan Mauro Zijlstra dari Persija Jakarta ke Arema FC pada bursa transfer musim ini bukan sekadar pindah klub. Lebih dari itu, ini adalah langkah berani untuk menghidupkan kembali kariernya yang sempat mandek karena minimnya kesempatan bermain di ibu kota.
Alasan Pilih Arema: Bukan Sekadar Pindah, tapi Butuh Jam Terbang
Keputusan Zijlstra untuk berseragam Singo Edan diambil setelah pertimbangan matang. Ia mengakui bahwa peluang tampil reguler di tim asuhan pelatih anyar Arema FC jauh lebih terbuka dibandingkan saat berada di skuad Macan Kemayoran.
“Jadi bagi saya, adalah keputusan yang tepat untuk pergi ke Arema FC karena masih di kompetisi kasta tertinggi dan saya juga tahu ada banyak pemain bagus di sini dan saya bisa bermain lebih banyak di sini daripada di Persija, jadi itulah alasannya,” ujar pemain kelahiran Belanda itu.
Ambisi tersebut langsung dijawab dengan komitmen tinggi. Zijlstra tak hanya ingin sekadar bermain, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dengan memborong gol untuk membawa Arema FC bersaing di papan atas klasemen.
Kondisi 100 Persen, Siap Bersaing di Lini Serang Singo Edan
Kabar baik datang dari kondisi fisik pemain Timnas Indonesia tersebut. Setelah melewati masa pemulihan cedera, Zijlstra mengaku telah pulih total dan siap diturunkan dalam laga uji coba terakhir Arema FC sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Saya merasa 100 persen, jadi saya siap untuk bertanding. Jadi saya bisa bermain di sana dulu, dan setelah itu kompetisi sudah dimulai, jadi saya siap,” kata Mauro Zijlstra.
Meski demikian, ia sadar tak bisa langsung tampil penuh selama 90 menit. Zijlstra akan membangun kondisinya secara bertahap bersama tim pelatih agar puncak performanya bisa didapat tepat saat musim bergulir.
“Jadi saya tidak akan langsung bermain 90 menit, tapi saya akan mulai membangun kondisi dan semoga akan bermain sebanyak mungkin saat musim dimulai,” sambungnya.
Adaptasi Cuaca Malang Bukan Halangan
Perbedaan iklim antara Jakarta dan Malang kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pemain anyar. Namun, Zijlstra menegaskan dirinya tidak memiliki masalah berarti dengan kondisi cuaca di Kota Apel dan yakin proses adaptasi akan berjalan mulus.
“Saya harus beradaptasi dengan para pemain dan kehidupan di sini, itu akan baik-baik saja,” pungkas penyerang berusia 25 tahun itu.
Dengan tekad yang sudah bulat dan kondisi fisik yang prima, Mauro Zijlstra menjadi salah satu nama yang patut dinantikan aksinya di lini depan Arema FC. Persaingan untuk menjadi mesin gol utama Singo Edan pun dipastikan akan semakin sengit di musim ini.