MALUKU UTARA — Upacara peringatan kemerdekaan di Papua tahun ini memiliki tantangan berbeda. Kelompok TPNPB-OPM sebelumnya mengancam mengganggu jalannya HUT ke-81 RI. Namun, TNI bergerak cepat dengan mengambil alih lokasi yang selama ini dijadikan markas kelompok tersebut dan menjadikannya tempat pengibaran bendera.
Letjen Lucky Avianto, yang baru menjabat sebagai Panglima Kogabwilhan III sejak 26 Maret 2026, memimpin langsung jalannya upacara di Ugimba. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut sebelumnya merupakan markas TPNPB-OPM yang kini telah dikuasai oleh TNI.
Ancaman OPM dan Respons TNI di Lapangan
"OPM ancam HUT RI di Papua, TNI amankan pelaksanaannya," tulis Letjen Lucky melalui akun Instagramnya. Ia menegaskan bahwa dirinya datang langsung ke lokasi dan bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan Detik-Detik Proklamasi.
Untuk memastikan pengamanan menyeluruh, pejabat utama (PJU) Kogabwilhan III juga ditugaskan menjadi inspektur upacara di sejumlah lokasi lain yang sebelumnya menjadi markas OPM. Strategi ini memastikan seluruh rangkaian acara di berbagai titik tetap berjalan meski ada potensi gangguan.
"Untuk NKRI, kami akan terus berjuang sampai tidak mampu lagi mendengar suara tembakan salvo di telinga," tegas Lucky dalam pernyataannya.
Kehadiran Negara di Tengah Tantangan Keamanan
Pelaksanaan upacara di bekas markas kelompok separatis ini menjadi simbol nyata kehadiran negara di wilayah Papua. Alih-alih membatalkan acara karena ancaman, TNI justru memilih lokasi yang sebelumnya menjadi basis perlawanan sebagai tempat pengibaran bendera Merah Putih.
Selain memimpin jalannya upacara, Letjen Lucky juga menemukan sebuah mumi di bekas markas OPM Ugimba. Temuan ini menjadi catatan tambahan dari kunjungan tersebut.
Komitmen Menjaga Keutuhan NKRI
Bagi TNI, pengamanan HUT ke-81 RI di Papua bukan sekadar memastikan upacara berjalan lancar. Momen ini menjadi penegasan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah berbagai tantangan keamanan yang ada.
Kekhawatiran mengenai ancaman terhadap pelaksanaan peringatan kemerdekaan di sejumlah wilayah Papua sempat muncul sebelumnya. Namun, dengan pengamanan yang dilakukan, seluruh rangkaian upacara di berbagai lokasi tetap dapat berjalan sesuai rencana. Kehadiran langsung pimpinan Kogabwilhan III di lapangan menunjukkan keseriusan negara dalam memastikan setiap jengkal wilayah Indonesia merayakan kemerdekaannya.