MALUKU UTARA — Lonjakan harga tersebut terjadi hanya sehari setelah emas Antam ditutup di level Rp 2.664.000 per gram pada Jumat (14/6). Dengan kenaikan ini, selisih harga jual dan harga beli kembali melebar, mencerminkan tingginya premi yang harus dibayar investor ritel saat membeli emas fisik dari gerai resmi.
Harga Jual dan Buyback di Level Tertinggi
Pada perdagangan hari ini, harga buyback atau harga yang ditetapkan Antam ketika menjual kembali emasnya juga ikut naik. Harga buyback berada di level Rp 2.468.000 per gram, naik Rp 11.000 dari posisi sebelumnya. Selisih antara harga jual dan buyback mencapai Rp 207.000 per gram, angka yang perlu diperhitungkan investor sebagai biaya transaksi dan margin.
Kenaikan ini sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang terus menguat. Sentimen pasar global masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed), yang membuat emas semakin diminati sebagai aset lindung nilai.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut rincian harga emas batangan Antam untuk pecahan terkecil hingga yang paling banyak dicari investor:
- Emas 0,5 gram: Rp 1.337.500
- Emas 1 gram: Rp 2.675.000
- Emas 5 gram: Rp 12.825.000
- Emas 10 gram: Rp 25.595.000
Untuk pecahan yang lebih besar, seperti 50 gram, dibanderol Rp 127.520.000. Sementara untuk ukuran 100 gram, harganya mencapai Rp 254.965.000. Harga-harga tersebut belum termasuk pajak yang dikenakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Faktor Pendorong dan Prospek ke Depan
Penguatan harga emas Antam sepanjang pekan ini tidak terlepas dari aksi beli bank sentral global yang masih agresif. Data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan juga memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga, yang biasanya berdampak positif pada harga emas.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, emas batangan Antam tetap menjadi pilihan utama karena likuiditasnya tinggi dan mudah dipantau harganya setiap hari melalui platform daring. Namun, investor tetap disarankan mencermati selisih harga jual-beli yang cukup lebar agar tidak terjebak transaksi jangka pendek.
Dengan tren yang masih bullish, para analis memperkirakan harga emas berpotensi terus menanjak dalam beberapa pekan ke depan selama ketidakpastian ekonomi global belum mereda. Hal ini menjadikan emas sebagai instrumen yang menarik untuk diversifikasi portofolio di tengah fluktuasi pasar keuangan.