MALUKU UTARA — Rangkaian perjalanan dimulai dari Showroom BYD Arista Suci Bandung, menuju Istora Resto Jatiluhur, Purwakarta, lalu ke kawasan dataran tinggi Asstro Highland Subang yang dipenuhi tanjakan curam, dan berakhir di SPBU Setiabudi Bandung. Di setiap titik, peserta menjalani tantangan berbeda untuk mengukur performa kendaraan.
Akselerasi Instan dan Transisi Mesin yang Tak Terasa
Nazmi Abdurrahman, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa karakter elektrifikasi BYD M6 DM PHEV langsung terasa sejak awal. Torsi instan dari motor listrik memberikan akselerasi responsif namun tetap halus, terutama saat melintasi lalu lintas padat di perkotaan Bandung.
"Saat memasuki jalan tol dan jalur menanjak menuju Subang, teknologi dual mode menunjukkan keunggulannya lewat transisi yang mulus antara motor listrik dan mesin bensin tanpa hentakan yang mengganggu kenyamanan," ujarnya.
Bola Tenis di Atas Kap: Uji Stabilitas Sasis
Di kawasan Istora Resto Jatiluhur, peserta mengikuti tantangan unik: mengemudi sambil membawa 10 bola tenis yang diletakkan di atas kap dan atap kendaraan. Tujuannya menguji kestabilan sasis dan kualitas suspensi.
Hasilnya, sistem suspensi BYD M6 DM PHEV mampu meredam guncangan dengan baik. Kendaraan tetap stabil meski melintasi berbagai kontur jalan. Selain itu, kemampuan manuver juga diuji lewat lintasan zigzag. Meski berstatus MPV tujuh penumpang dengan dimensi besar, respons kemudi dinilai presisi dan gejala limbung minim, memberikan rasa percaya diri saat melibas tikungan beruntun.
Tanjakan Curam Subang: Tenaga Optimal, Kabin Hening
Performa BYD M6 DM PHEV kembali diuji saat menghadapi tanjakan menuju Asstro Highland Subang. Kombinasi tenaga mesin bensin dan motor listrik mampu menjaga performa kendaraan tetap optimal tanpa perlu injakan pedal gas berlebihan.
Yang menarik, kabin tetap menawarkan tingkat kesenyapan tinggi. Pengalaman berkendara disebut mendekati karakter mobil listrik murni (EV) ketimbang kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) konvensional.
Kompetisi Efisiensi BBM Jadi Penutup
Pengujian ditutup dengan kompetisi efisiensi bahan bakar di garis akhir perjalanan. Tahapan ini menjadi indikator penting untuk mengukur kemampuan teknologi Dual Mode (DM) dalam mengombinasikan performa medan berat dengan konsumsi BBM yang efisien.
Kegiatan di Bandung merupakan bagian dari rangkaian BYD DM Technology Challenge yang sebelumnya telah digelar di Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya. Melalui ajang ini, BYD Indonesia ingin menunjukkan bahwa teknologi PHEV menjadi solusi praktis bagi keluarga Indonesia yang membutuhkan kendaraan hemat energi tanpa mengorbankan performa maupun kenyamanan berkendara.