MALUKU UTARA — Float merilis album live bertajuk Live at Float2Nature 2026 yang merekam penampilan mereka di pesisir Madasari–Batukaras, Pangandaran. Album ini menjadi bagian dari perayaan perilisan EP Constant Changes sekaligus dokumentasi perjalanan musikal band yang sudah berlangsung hampir dua dekade. Formasi Hotma "Meng" Roni Simamora, David Qlintang, Binsar Tobing, dan Timur Segara tampil membawakan sejumlah lagu andalan mereka di panggung alam terbuka.
Album Live at Float2Nature 2026 kini bisa dinikmati di Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan berbagai platform musik digital lain. Video penampilan langsung lagu "Ke Sana" dari panggung Batukaras juga sudah tersedia di kanal YouTube Float.
Medley 5 Menit 26 Detik dari Empat Periode
Salah satu bagian yang paling menonjol dalam album ini adalah medley berdurasi 5 menit 26 detik. Float menggabungkan empat lagu dari periode berbeda: "Reborn", "I.H.I", "Waltz Musim Pelangi", dan "3 Hari Untuk Selamanya".
Keempat lagu itu merepresentasikan perjalanan Float selama hampir dua dekade. "3 Hari Untuk Selamanya" berasal dari album soundtrack film garapan Riri Riza. "Waltz Musim Pelangi" masuk dalam kompilasi Songs Inspired by Laskar Pelangi (2008), disusul single "I.H.I" pada 2011, dan "Reborn" yang sempat dipakai sebagai lagu tema kampanye Wonderful Indonesia.
Alasan Float Merekam Konser di Alam Terbuka
Vokalis sekaligus penulis lagu utama Float, Hotma Roni Simamora, menyebut album live ini sebagai dokumentasi pengalaman yang tidak bisa sepenuhnya dihadirkan lewat rekaman studio.
"Album live ini adalah dokumen hidup. Kami ingin menangkap energi yang tidak bisa direplikasi di dalam studio, suara tawa, debur ombak, hingga gemerisik daun yang berpadu dengan petikan gitar dan nyanyian bersama para Floatmates," ujar Meng.
Pernyataan itu menjelaskan arah album: bukan sekadar rekaman konser, tapi upaya menangkap suasana pesisir yang jadi latar pertunjukan.
Float2Nature, Agenda Konser Alam Sejak 2012
Float2Nature (F2N) merupakan agenda konser berbasis alam yang digagas Float sejak 2012. Filosofinya, When music travels back to mother nature, membawa pertunjukan musik ke berbagai kawasan alam dengan kapasitas penonton terbatas dan melibatkan komunitas pendengar yang dikenal sebagai Floatmates.
Edisi pertama berlangsung di Dataran Tinggi Dieng pada 2012. Setelah itu, F2N berpindah ke Tanakita, Sukabumi, pada 2013, lalu Teluk Kiluan, Lampung, pada 2014. Pada 2022, acara digelar di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, tepatnya Situgunung.
Edisi 2026 di pesisir Madasari–Batukaras melanjutkan gagasan tersebut dengan menghadirkan pengalaman mendengarkan musik di alam terbuka. Selain pertunjukan, Float2Nature juga mengedepankan prinsip zero waste dan kegiatan bersih pantai bersama komunitasnya.
Dampak bagi Penggemar yang Tak Hadir Langsung
Bagi Floatmates yang tidak sempat datang ke Batukaras, album ini jadi jalan untuk merasakan atmosfer konser. Rekaman live tersebut memperluas jangkauan Float2Nature dari pengalaman terbatas di lokasi menjadi dokumentasi yang bisa diakses siapa saja.
Langkah ini mempertegas posisi Float di skena musik Indonesia: band yang konsisten merawat katalog lama sambil tetap membuka babak baru lewat EP Constant Changes.