JAKARTA — Audiensi berlangsung dengan agenda utama penyampaian aspirasi jemaat GKPMI yang tersebar di sejumlah provinsi. Graal Taliawo menyampaikan terima kasih atas kesediaan Wapres menerima jajaran pengurus dan panitia Munas.
"Terima kasih atas kebesaran hati Bapak Wakil Presiden telah berkenan meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan menerima audiensi ini," ujar Graal dalam keterangan yang diterima media.
GKPMI Berakar di Desa, Pendetanya Nelayan dan Petani
Graal menjelaskan karakteristik GKPMI yang selama ini berfokus pada pelayanan masyarakat di pelosok desa. Para pendeta tidak hanya menjalankan pelayanan keagamaan, tetapi hidup berdampingan dengan warga dan menjalani profesi lain sebagai nelayan hingga petani.
"GKPMI adalah gereja yang selama ini berfokus melakukan pelayanan di pelosok-pelosok desa. Pendeta hidup menyatu bersama masyarakat desa sebagai nelayan, petani, dan lainnya. Kini GKPMI sedang berupaya bertransformasi mengembangkan dirinya untuk lebih berdampak," kata putra kelahiran Wayaua, Halmahera Selatan, itu.
Menurut Graal, sepanjang perjalanan pelayanan GKPMI belum pernah ada penyelenggara negara setingkat presiden atau wakil presiden yang memberi sambutan dalam peringatan hari ulang tahun maupun membuka kegiatan Munas.
1.500 Peserta Diperkirakan Hadir di Munas XX Jayapura
Ketua Umum BPP GKPMI Pdt. Alex Sasauw memaparkan sejarah organisasi yang berdiri pada 1953 dengan pusat pelayanan di Maluku Utara. Jangkauan pelayanan gereja ini kini meluas hingga Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan DKI Jakarta, dengan jumlah jemaat mencapai puluhan ribu orang.
Alex menyebut HUT ke-74 GKPMI akan dirangkaikan dengan Munas XX yang digelar setiap lima tahun sekali. Forum tertinggi organisasi itu menjadi ruang evaluasi sekaligus penentu arah pelayanan GKPMI untuk lima tahun mendatang.
"Peringatan HUT akan dirangkaikan dengan kegiatan Munas ke XX pada April 2027 di Jayapura mendatang. Diselenggarakan setiap lima tahun sekali, Munas merupakan forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah pelayanan lima tahun ke depan. Besar harapan kami Pak Wapres selalu dalam keadaan sehat dan bisa hadir pada kegiatan ini. Kami juga mengundang gubernur dan bupati dari daerah-daerah basis pelayanan GKPMI," jelas Alex.
Rangkaian kegiatan itu diperkirakan diikuti sekitar 1.500 peserta. Ketua Panitia Munas XX Pdt. Isak Randi Hikoyabi memastikan seluruh tahapan persiapan terus berjalan dan berada dalam kendali panitia.
Jemaat Maluku Utara Gagal Panen Kelapa, Pala, dan Cengkih
Sekretaris Panitia Pdt. Hendrik Valen Ayomi menyoroti kondisi ekonomi jemaat di sejumlah daerah yang membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat berpartisipasi dalam Munas. Ia secara khusus menyebut jemaat di Maluku Utara yang mengalami gagal panen komoditas perkebunan seperti kelapa, pala, dan cengkih akibat musim kemarau.
Wapres Gibran menyambut baik penyampaian pengurus GKPMI. Ia menyatakan akan meninjau agenda kerja ke depan untuk mengupayakan kehadiran langsung di Jayapura.
"Saya akan melihat jadwal ke depan untuk dapat hadir langsung di Jayapura dan mendukung hal-hal terkait yang diperlukan," ujar Gibran.
Dalam pertemuan itu, pemerintah menegaskan komitmen menjunjung tinggi nilai pluralisme dan toleransi serta mendukung kelancaran penyelenggaraan HUT ke-74 GKPMI dan Munas XX.
STT Kalvari di Maluku Utara dan Sulawesi Utara Punya 500 Mahasiswa
Audiensi juga menyoroti pengembangan Sekolah Tinggi Teologi Kalvari yang berada di bawah naungan GKPMI. Graal menyebut lembaga pendidikan itu berperan menyiapkan calon pendeta untuk melanjutkan pelayanan gereja, terutama di wilayah pelosok.
"STT ini adalah sekolah untuk melahirkan pendeta-pendeta berikutnya. Sekolah ini sengaja berada di pelosok desa untuk mengakar dengan masyarakat. Berlokasi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Jumlah mahasiswa sekitar 500 orang. Selama ini biaya pendidikan mahasiswa calon pendeta disumbang oleh jemaat pengusul," jelas Graal.
Dukungan pemerintah dinilai diperlukan agar STT Kalvari dapat berkembang dan memiliki fasilitas pendidikan yang lebih memadai bagi mahasiswa calon pendeta.