JAKARTA — Pertemuan itu berlangsung pada Selasa 27 Oktober 2026. Selain menyampaikan undangan, Graal dan rombongan GKPMI memaparkan kondisi pelayanan jemaat di sejumlah daerah basis gereja.
Graal membuka audiensi dengan menyampaikan apresiasi kepada Wapres yang bersedia menerima BPP dan panitia Munas GKPMI. "Terima kasih atas kebesaran hati Bapak Wakil Presiden telah berkenan meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan menerima audiensi ini," ucap Graal.
Pelayanan GKPMI Menyatu dengan Warga Desa
Graal menjelaskan karakteristik GKPMI yang selama ini berfokus melayani di pelosok desa. Pendeta hidup menyatu bersama masyarakat desa sebagai nelayan, petani, dan profesi lainnya.
"GKPMI adalah gereja yang selama ini berfokus melakukan pelayanan di pelosok-pelosok desa. Pendeta hidup menyatu bersama masyarakat desa sebagai nelayan, petani, dan lainnya. Kini GKPMI sedang berupaya bertransformasi mengembangkan dirinya untuk lebih berdampak," ucap pria kelahiran Wayaua, Halmahera Selatan, itu.
Selama 74 tahun melayani, belum ada penyelenggara negara selevel Presiden atau Wapres yang memberi sambutan pada kegiatan HUT maupun membuka Munas. GKPMI berharap Wapres hadir pada kegiatan yang akan dihadiri sekitar 1.500 peserta tersebut.
Jangkauan Jemaat hingga Papua dan NTT
Ketua Umum BPP GKPMI Pdt. Alex Sasauw memaparkan sejarah singkat gereja. GKPMI berdiri pada 1953 dengan pusat pelayanan di Maluku Utara.
Seiring perkembangan, jangkauan pelayanan GKPMI meluas meliputi Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, hingga DKI Jakarta dengan jemaat sekitar puluhan ribu orang.
"Peringatan HUT akan dirangkaikan dengan kegiatan Munas ke XX pada April 2027 di Jayapura mendatang. Diselenggarakan setiap lima tahun sekali, Munas merupakan forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah pelayanan lima tahun ke depan. Besar harapan kami Pak Wapres selalu dalam keadaan sehat dan bisa hadir pada kegiatan ini. Kami juga mengundang Gubernur dan Bupati dari daerah-daerah basis pelayanan GKPMI," jelas Pdt. Alex Sasauw.
Jemaat di Maluku Utara Terdampak Gagal Panen
Ketua Panitia Munas ke XX Pdt. Isak Randi Hikoyabi menyampaikan persiapan kegiatan terus berjalan dan dalam kendali. Sekretaris Panitia Pdt. Hendrik Valen Ayomi melengkapi dengan mengungkapkan kondisi ekonomi jemaat yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Mayoritas jemaat di Maluku Utara mengalami gagal panen kelapa, pala, dan cengkih akibat musim kemarau. Kondisi itu membuat sebagian jemaat diperkirakan kesulitan menghadiri kegiatan di Jayapura.
Wapres menanggapi paparan tersebut secara positif dan terbuka. Ia menyatakan kesediaan mengupayakan kehadiran langsung dengan menyesuaikan agenda kerja. "Saya akan melihat jadwal ke depan untuk dapat hadir langsung di Jayapura dan mendukung hal-hal terkait yang diperlukan," tanggap Wapres.
Pemerintah, lanjut Wapres, menjunjung tinggi nilai pluralisme dan toleransi serta mendukung kelancaran HUT GKPMI ke-74 dan Munas ke XX.
STT Kalvari Butuh Dukungan Pemerintah
Forum audiensi berkembang membahas kondisi Sekolah Tinggi Teologi Kalvari yang membutuhkan dukungan pemerintah. Graal menyebut STT itu mencetak pendeta-pendeta berikutnya.
"STT ini adalah sekolah untuk melahirkan pendeta-pendeta berikutnya. Sekolah ini sengaja berada di pelosok desa untuk mengakar dengan masyarakat. Berlokasi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Jumlah mahasiswa/i sekitar 500 orang. Selama ini biaya pendidikan mahasiswa/i calon pendeta disumbang oleh jemaat pengusul," ujar Graal.
Menurut Graal, pemerintah perlu mendukung sekolah tersebut agar lebih berkembang dan menjadi fasilitas pendidikan yang memadai bagi para mahasiswa calon pendeta.
Wapres merespons permintaan itu dengan baik. Ia akan berkomunikasi dengan Menteri Agama dan Direktorat Jenderal Bina Masyarakat Kristen untuk menindaklanjuti dukungan yang bisa diberikan dalam pengembangan STT Kalvari.