MALUKU UTARA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,49% ke level 5.098 pada perdagangan Kamis (29/10/2026), tepat di posisi terendah harian. Tekanan jual masif terjadi di hampir seluruh sektor, dengan saham perindustrian, barang baku, dan infrastruktur memimpin pelemahan.
Level penutupan 5.098 menjadi titik terendah IHSG sepanjang sesi. Sepanjang hari, indeks sempat menyentuh level tertinggi intraday di 5.320 pada pagi hingga siang, sebelum tekanan jual membalikkan arah menjelang penutupan.
Data perdagangan menunjukkan volume transaksi mencapai 23,27 miliar saham dengan nilai Rp11,29 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 1,32 juta kali. Dari sisi breadth pasar, 653 saham melemah, hanya 104 saham yang menguat, dan 206 saham stagnan.
Sektor Perindustrian Paling Tertekan, Turun 4,64%
Saham-saham perindustrian menjadi pemicu utama pelemahan dengan koreksi 4,64%. Sektor barang baku menyusul dengan penurunan 4,52%, disusul sektor infrastruktur yang tertekan 4,24%.
Ketiga sektor tersebut mencatat koreksi di atas rata-rata pelemahan indeks. Artinya, tekanan jual tidak merata — sebagian sektor mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan agregat pasar.
- Sektor perindustrian: -4,64%
- Sektor barang baku: -4,52%
- Sektor infrastruktur: -4,24%
- IHSG secara keseluruhan: -3,49%
Breadth Pasar Negatif, 653 Saham Melemah
Rasio saham turun terhadap saham naik mencapai lebih dari 6 banding 1. Dari 963 saham yang diperdagangkan, 653 di antaranya berakhir di zona merah. Hanya 104 saham yang mampu bertahan di teritori positif.
Dominasi aksi jual terlihat dari volume perdagangan yang mencapai 23,27 miliar saham. Nilai transaksi Rp11,29 triliun menandakan pelaku pasar melepas posisi secara agresif, bukan sekadar rotasi antar sektor.
Level 5.098 Jadi Titik Kritis bagi Investor
Penutupan tepat di level terendah harian mencerminkan tidak ada upaya rebound di akhir sesi. Tekanan jual bertahan hingga bel terakhir, meninggalkan gap lebar dari level intraday tertinggi 5.320.
Bagi investor, selisih 222 poin antara level tertinggi dan penutupan menunjukkan volatilitas intraday yang tinggi. Posisi 5.098 kini menjadi acuan terdekat untuk mengukur apakah pelemahan berlanjut atau terjadi technical rebound pada sesi berikutnya.
Pelemahan serentak di sektor perindustrian, barang baku, dan infrastruktur perlu dicermati. Ketiga sektor ini tergolong padat modal dan sensitif terhadap ekspektasi pertumbuhan ekonomi serta biaya pendanaan. Koreksi tajam di ketiganya bisa menjadi sinyal awal perubahan sentimen terhadap prospek ekonomi domestik.