Pencarian

Kapal Pesiar Villa Vie Odyssey Berhenti Beroperasi di Kamboja, Penumpang Terdampar

Kamis, 29 Oktober 2026 • 13:50:01 WIB
Kapal Pesiar Villa Vie Odyssey Berhenti Beroperasi di Kamboja, Penumpang Terdampar
Kapal pesiar Villa Vie Odyssey bersandar di Sihanoukville, Kamboja, setelah menghentikan operasi.

MALUKU UTARA — Villa Vie Odyssey menghentikan operasi di Sihanoukville, Kamboja, setelah biaya bahan bakar bulanan melonjak jadi USD 8.000 per kabin dari sebelumnya USD 1.800. Penumpang yang sudah membeli kabin USD 120.000–440.000 hanya diberi waktu delapan jam untuk turun dari kapal. Operator Villa Vie Residences menyatakan akan merestrukturisasi perusahaan dalam 60 hari ke depan.

Villa Vie Residences menyampaikan penghentian operasi Villa Vie Odyssey melalui pengumuman resmi pada Rabu waktu setempat. Kapal yang berlayar dari Belfast, Irlandia Utara, pada 2024 untuk misi keliling dunia tanpa henti itu kini bersandar di Sihanoukville, Kamboja, dengan penumpang dan kru tersebar di sejumlah hotel di kawasan resor pesisir tersebut.

Lonjakan Biaya Bahan Bakar di Perairan Asia

Kenaikan harga bahan bakar di sejumlah titik Asia membuat biaya operasional bulanan kapal membengkak. Perhitungan operator menunjukkan beban bahan bakar mencapai USD 8.000 per kabin, naik lebih dari empat kali lipat dibanding rata-rata sebelumnya USD 1.800 per kabin.

Angka itu dihitung berdasarkan 485 kabin yang ada di kapal. Sebagai upaya menekan konsumsi, Villa Vie Odyssey sempat memperpanjang waktu sandar di pelabuhan. Operator juga membahas opsi menambahkan biaya tambahan bahan bakar, tetapi menilai kenaikan penuh tidak mungkin dibebankan seluruhnya ke penumpang.

Tekanan biaya ini muncul di tengah gejolak harga minyak global akibat konflik Amerika Serikat dengan Iran dan blokade Selat Hormuz. Rute pelayaran yang melintasi perairan Asia membuat kapal terpapar langsung pada lonjakan harga tersebut.

Delapan Jam untuk Turun dari Kapal

Seorang pasangan penumpang menceritakan kepada BBC bahwa CEO Villa Vie Residences mengumumkan penghentian operasi pukul 06.00 pada Selasa. Seluruh penumpang diminta meninggalkan kapal pukul 14.00 di hari yang sama.

Sejumlah penumpang memilih melanjutkan perjalanan sendiri di Asia Tenggara. Yang lain bertahan di Sihanoukville sambil menunggu kejelasan nasib perusahaan dan kapal. Mereka yang membeli kabin seharga USD 120.000 hingga USD 440.000 belum mendapat kepastian soal pengembalian dana.

Riwayat Masalah Sejak Sebelum Berlayar

Villa Vie Odyssey sudah menghadapi kendala sebelum meninggalkan Belfast dua tahun lalu. Kapal tertahan di pelabuhan selama empat bulan karena masalah perawatan. Seorang penumpang dilaporkan dilarang ikut setelah menyampaikan keluhan selama masa penundaan.

Setelah akhirnya berlayar, kapal sempat berlabuh di lepas pantai untuk menyelesaikan urusan dokumen. Meski awal dan akhir perjalanan berlangsung sulit, sejumlah penumpang menyebut dua tahun berlayar itu sebagai pengalaman yang sulit dilupakan.

Restrukturisasi 60 Hari

Villa Vie Residences menyatakan akan "work toward restructuring and recapitalization over the next 60 days" atau mengupayakan restrukturisasi dan rekapitalisasi dalam 60 hari ke depan. Pernyataan itu belum merinci bagaimana posisi hukum penumpang yang telah membayar penuh kabin mereka.

Bagi penumpang asal Indonesia yang berminat pada konsep hunian kapal jangka panjang, kasus Villa Vie Odyssey menjadi catatan soal risiko operator kecil dengan model bisnis berbasis biaya bahan bakar. Regulasi perlindungan konsumen pelayaran internasional umumnya bergantung pada yurisdiksi bendera kapal dan negara tempat operator terdaftar.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jalopnik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks