TERNATE — Gelar operasional tersebut dihadiri Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Slamet Hariyadi, Irwasda Polda Malut Kombes Pol. Andrie Rondonuwu, Direktur Polairud, Kabid Propam, serta staf dan jajaran Ditpolairud Polda Maluku Utara. Forum itu dipakai untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus mengukur kesiapan personel menjaga keamanan wilayah perairan Maluku Utara.
Patroli Diminta Terencana dan Tepat Sasaran
Arif menilai patroli perairan harus berjalan rutin dan berkesinambungan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Personel diminta menyusun pola patroli yang terencana agar mampu mencegah pelanggaran hukum di wilayah laut.
Wilayah yang menjadi perhatian mencakup jalur pelayaran, pelabuhan, kawasan pesisir, dan pulau-pulau yang dinilai rawan gangguan keamanan. Menurut Kapolda, kehadiran petugas di titik-titik itu menjadi kunci memberi rasa aman kepada warga.
Program Kie Raha Aman Diuji Lewat Deteksi Dini
Jajaran Ditpolairud diminta menjalankan Program Kie Raha Aman secara nyata. Caranya lewat penguatan deteksi dini dan langkah pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Prioritas pencegahan mencakup penyelundupan, peredaran narkoba, penangkapan ikan secara ilegal, serta berbagai tindak pidana di wilayah perairan. Kapolda menilai deteksi dini menentukan apakah potensi gangguan bisa diputus sebelum meluas.
Profesionalisme Jadi Ukuran Kinerja Personel
Selain penindakan, personel Ditpolairud diminta mengedepankan profesionalisme dan responsivitas. Perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan disebut sebagai bagian dari tugas yang tidak bisa diabaikan.
Disiplin, integritas, serta koordinasi dengan satuan kewilayahan dan instansi terkait juga perlu terus diperkuat. Koordinasi lintas lembaga dinilai menentukan efektivitas pengamanan di laut.
"Keberhasilan Ditpolairud tidak hanya diukur dari jumlah patroli, tetapi juga dari kemampuan mencegah gangguan kamtibmas, meningkatkan keselamatan pelayaran, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat di seluruh wilayah Maluku Utara," tegas Kapolda.
Evaluasi Operasional Jadi Dasar Perbaikan Tugas
Hasil gelar operasional ini menjadi dasar bagi Ditpolairud Polda Maluku Utara untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan. Perbaikan diarahkan pada penguatan keamanan perairan serta terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Maluku Utara dengan ribuan pulau kecil menjadikan pengawasan laut sebagai persoalan struktural, bukan sekadar rutinitas patroli. Karena itu, kesiapan personel dan kelengkapan sarana menjadi penentu hasil di lapangan.