MALUKU UTARA — Sony dilaporkan mengamankan hak eksklusif arsitektur GPU mobile AMD RDNA 5 untuk perangkat handheld masa depannya, langkah yang berpotensi memaksa Valve dan Microsoft beralih ke chip generasi di bawahnya. Laporan Digital Foundry dan leaker KeplerL2 menyebut eksklusivitas ini bisa lahir dari kontrak formal maupun volume pemesanan Sony yang memenuhi syarat produksi minimum AMD. Konsol dengan nama kode Canis itu dikabarkan mampu melampaui performa Xbox Series S pada daya hemat 15 Watt.
Analisis Digital Foundry bersama leaker teknologi KeplerL2 menyebut Sony kemungkinan menjadi satu-satunya produsen yang mengantongi akses ke varian mobile RDNA 5 buatan AMD. Kesepakatan itu belum dikonfirmasi resmi oleh kedua perusahaan, tetapi arahnya sudah terlihat dari peta jalan chip yang beredar di kalangan pengembang.
Dampaknya langsung menyentuh peta persaingan konsol genggam. Valve, Microsoft, dan sejumlah vendor PC handheld diperkirakan harus puas memakai arsitektur RDNA 4m yang tertanam di lini prosesor Ryzen Z3 Series.
Apa Isi Bocoran Spesifikasi Canis
Perangkat handheld Sony yang mengusung nama kode Canis menjadi desain RDNA 5 mobile paling konkret yang sedang dikembangkan. Meski target konsumsinya hanya 15 Watt, konsol ini dilaporkan melampaui kemampuan komputasi Xbox Series S.
Konfigurasinya mencakup CPU 4 core Zen 6c berclock hingga 2,2 GHz, GPU 12 sampai 20 Compute Units berbasis RDNA 5, serta memori LPDDR5X-7500 pada bus 128-bit. Kombinasi itu menempatkan Canis di kelas yang belum pernah dicapai perangkat genggam bertenaga baterai.
Satu hal yang belum jelas: apakah Canis dirancang menjalankan game PlayStation 5 dan PlayStation 6 secara native, atau pengembang harus menyiapkan patch optimasi khusus. Ketidakpastian ini menentukan seberapa cepat pustaka game bisa tersedia saat peluncuran.
Mengapa Valve Harus Cari Jalur Lain
Valve berulang kali menegaskan tidak akan merilis Steam Deck 2 sebelum menemukan APU yang mampu membawa lompatan performa antargenerasi tanpa mengorbankan daya tahan baterai. Syarat itu kini berbenturan dengan realitas pasokan chip.
Jika Valve gagal mengamankan RDNA 5, kandidat utama jatuh ke varian chipset custom Z3 berkode Gainsborough. Chip tersebut diproyeksikan mendongkrak performa hingga dua kali lipat dibanding Steam Deck generasi pertama pada tingkat konsumsi daya yang sama.
Angka dua kali lipat terdengar menjanjikan, tetapi tetap tertinggal dari lompatan arsitektural yang ditawarkan RDNA 5. Valve berada di posisi tidak nyaman: menunggu pasokan yang mungkin tidak pernah dibuka, atau meluncurkan perangkat dengan chip yang sudah setahun di belakang pesaing.
Kapan Ryzen Z3 Masuk Pasar
AMD dilaporkan berencana memamerkan arsitektur RDNA 4m lewat jajaran chipset Ryzen Z3 dan Z3 Extreme pada awal 2027. Chip ini menggabungkan GPU RDNA 3.5 dengan kemampuan machine learning RDNA 4 untuk mendongkrak fitur upscaling FSR 4.1.
Strategi AMD terlihat jelas: mengunci Sony di lini teratas lewat kontrak eksklusif, sementara vendor lain dilayani chip generasi sebelumnya. Model bisnis semacam ini lazim di industri semikonduktor, di mana volume pesanan besar membeli hak akses lebih awal.
Bagi pengguna Indonesia, dampaknya tidak langsung terasa karena konsol handheld belum masuk jalur distribusi resmi. Namun harga Steam Deck dan perangkat sejenis di pasar abu-abu biasanya mengikuti siklus rilis global, sehingga penundaan Steam Deck 2 turut menahan pergerakan harga di Tanah Air.
Yang Perlu Dicermati Sebelum Percaya Rumor
Seluruh informasi ini masih berstatus laporan analis dan bocoran leaker, bukan pengumuman resmi Sony atau AMD. Belum ada konfirmasi soal durasi eksklusivitas, cakupan wilayah, maupun apakah kesepakatan mencakup seluruh lini RDNA 5 mobile atau hanya varian tertentu.
KeplerL2 punya rekam jejak cukup baik dalam membocorkan chip AMD, tetapi prediksi soal jadwal dan performa kerap meleset saat produk final keluar. Pembaca sebaiknya menahan ekspektasi sampai ada pengumuman resmi, terutama soal tanggal peluncuran Canis dan nasib Steam Deck 2.
Yang sudah pasti, persaingan di segmen handheld PC akan makin ditentukan oleh akses ke pasokan chip, bukan sekadar desain produk. Sony memegang kartu kuat, dan Valve harus mencari jalan agar tidak tertinggal satu generasi.