TERNATE — ASDP Cabang Ternate saat ini melayani 25 rute penyeberangan dengan 18 armada yang menghubungkan sejumlah wilayah di Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, tidak ada satu pun rute yang melayani langsung Kabupaten Halmahera Tengah, padahal kabupaten itu merupakan salah satu dari empat kabupaten di Pulau Halmahera.
Wilayah Maluku Utara memiliki luas perairan mencapai 100.731,44 kilometer persegi atau sekitar 76-79 persen dari total luas provinsi. Dengan 975 pulau yang tersebar, konektivitas antarwilayah di provinsi ini memang bergantung pada perhubungan laut.
Mengapa Halmahera Tengah Tidak Dilayani ASDP Ternate?
Staf Bisnis ASDP Ternate mengakui pihaknya belum memiliki rencana membuka rute ke Halmahera Tengah. Alasan utamanya adalah tidak tersedianya pelabuhan yang memadai di wilayah tersebut.
"Itu memang belum, karena kita tidak ada pelabuhan di sana. Belum ada rencana, tapi mungkin ke depan bisa," ujar Staf Bisnis ASDP Ternate saat ditemui 25 September 2026.
Kondisi ini berbeda dengan ASDP Cabang Sorong yang justru melayani lintasan Weda - Patani - Gebe - Gag - Sorong. Rute tersebut beroperasi dengan jadwal seminggu sekali, meski Sorong berada di Provinsi Papua Barat Daya, bukan di Maluku Utara.
Jalur Darat Menuju Weda Jadi Tantangan Logistik
Saat ini, kendaraan logistik yang hendak menuju Weda, ibu kota Halmahera Tengah, harus melewati rute Bastiong - Sofifi atau Bastiong - Sidangoli terlebih dahulu. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat sejauh ratusan kilometer.
Ruas jalan menuju Weda dikenal berliku dan beberapa titik mengalami kerusakan parah. Penyebabnya, jalan tersebut kerap dilalui kendaraan berat dan truk industri tambang dengan muatan melebihi kapasitas.
Beban jalur darat ini semakin berat sejak adanya Proyek Strategis Nasional di Halmahera Tengah. Kabupaten tersebut baru saja melakukan ekspor perdana baterai kendaraan listrik, yang otomatis meningkatkan volume kendaraan logistik menuju kawasan industri.
Wakil Bupati Minta Tambahan Kuota BBM Subsidi
Lonjakan aktivitas kendaraan di Halmahera Tengah sampai memicu permintaan tambahan kuota bahan bakar minyak bersubsidi. Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, menyampaikan permintaan itu dalam rapat lintas sektor di Kantor Gubernur Maluku Utara pada 18 Mei 2026.
Permintaan tersebut muncul karena truk-truk yang menuju Halmahera Tengah dinilai terus bertambah, seiring berjalannya proyek strategis nasional di daerah itu.
Peran ASDP sebagai Agen Pembangunan
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan peran perusahaan tidak sekadar mengoperasikan kapal dan pelabuhan. Menurutnya, ASDP hadir untuk menghubungkan masyarakat dan menggerakkan roda ekonomi daerah.
"Peran ASDP jauh melampaui fungsi sebagai operator kapal dan pelabuhan. ASDP hadir menghubungkan masyarakat, menggerakkan roda ekonomi, mendukung pariwisata, serta menjaga konektivitas nasional dari Sabang hingga Merauke," kata Heru Widodo.
Pembukaan rute langsung dari Ternate ke Weda dinilai menjadi solusi untuk memotong biaya logistik. Jalur laut langsung juga berpotensi mengurangi beban jalur darat yang selama ini menjadi andalan pengiriman barang ke Halmahera Tengah.
Pertanyaannya, mengapa armada dari Sorong bisa membuka jalur di Halmahera Tengah sementara ASDP Ternate yang berada di provinsi yang sama belum melirik wilayah tersebut. Apakah ada persoalan koordinasi antara ASDP Ternate, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara, dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.