Pencarian

Energi Hijau dan Digital Jadi Mesin Ganda, Investasi 2027 Rp2.218 Triliun

Senin, 05 Oktober 2026 • 13:52:31 WIB
Energi Hijau dan Digital Jadi Mesin Ganda, Investasi 2027 Rp2.218 Triliun
Pemerintah menargetkan kebutuhan investasi nasional 2027 sebesar Rp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun.

MALUKU UTARA — Pemerintah menargetkan kebutuhan investasi nasional 2027 mencapai Rp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun, dengan transisi energi hijau dan pembangunan digital sebagai dua penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Angka itu diperlukan untuk mengejar target pertumbuhan 6 persen, yang menuntut laju investasi tumbuh 8–9 persen per tahun.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan bahwa ketersediaan energi bersih dan percepatan infrastruktur digital harus berjalan seiring. Menurutnya, energi dibutuhkan untuk menopang industri, sementara infrastruktur digital menjadi penopang investasi baru. "Pemerintah berkomitmen mengorkestrasikan transisi energi dan pembangunan digital sebagai twin engine penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Haryo, dikutip dari Antara, Senin, 5 Oktober.

Kebutuhan Listrik dan Jaringan Transmisi

Konsumsi listrik nasional diproyeksikan menyentuh 700–800 terawatt-hour pada 2030. Untuk mengimbanginya, pemerintah mengarahkan penambahan kapasitas pembangkit hingga 100 gigawatt peak berbasis energi terbarukan.

Pasokan itu akan disalurkan lewat jaringan transmisi sepanjang 47.758 kilometer-sirkuit. Infrastruktur ini disiapkan khusus menjaga keandalan listrik bagi kawasan industri dan pusat data, dua sektor yang paling cepat menyerap investasi baru.

Listrik Desa dan Ketahanan Energi

Program Listrik Desa telah menjangkau 1.505 lokasi sepanjang 2025. Pemerintah menargetkan perluasan ke 4.390 lokasi pada 2026.

Sejalan dengan itu, rasio elektrifikasi diarahkan mendekati lebih dari 99 persen. Indeks ketahanan energi juga diproyeksikan naik menjadi 7,13, indikator yang mengukur kemampuan pasokan energi menghadapi guncangan permintaan.

Hilirisasi Mineral dan Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah mengandalkan cadangan nikel, timah, bauksit, tembaga, emas, dan batu bara untuk memperkuat ekonomi hijau. Hilirisasi berbasis energi bersih diproyeksikan menambah nilai pada ekosistem kendaraan listrik.

Haryo menyebut pengembangan kendaraan listrik berpotensi menciptakan nilai tambah hingga 67 kali lipat. Permintaan global atas produk ini diperkirakan mencapai 5,91 triliun dolar AS pada 2045.

Indonesia juga dinilai punya posisi strategis karena memiliki mineral kritis dan bahan baku panel surya seperti pasir silika. Posisi itu disebut telah menarik minat kemitraan dari Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada, baik untuk teknologi transisi energi maupun diversifikasi rantai pasok mineral kritis.

Skema Pembiayaan dan Tenaga Kerja

Dari sisi pendanaan, pemerintah mendorong pemanfaatan green bonds, blended finance, Just Energy Transition Partnership, dan Asia Zero Emission Community. Skema-skema itu akan diselaraskan dengan program magang lulusan perguruan tinggi dan pelatihan vokasi.

Tujuannya memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri hijau, agar ekonomi hijau tidak hanya mendorong investasi tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mendukung target emisi nol bersih.

"Optimalisasi potensi energi hijau dan digitalisasi secara terpadu merupakan golden moment bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya sebagai tuan rumah energi dan pemain utama transisi energi global," kata Haryo.

Penutup: Bagi pelaku pasar, angka investasi Rp2.218 triliun itu menjadi acuan proyeksi sektor energi terbarukan dan infrastruktur digital dalam dua tahun ke depan. Keberhasilan pemerintah menyelaraskan pembiayaan hijau dengan kesiapan tenaga kerja akan menentukan apakah target pertumbuhan 6 persen bisa dicapai tanpa mengorbankan komitmen emisi nol bersih.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks