TERNATE — Senjata api yang dimaksud merupakan jenis senjata organik yang digunakan pada masa pemerintahan terdahulu. Meski tergolong benda peninggalan sejarah, kondisi senjata masih memungkinkan untuk digunakan apabila dilengkapi dengan munisi.
"Ini senjata asli, seperti senjata asli pada zaman pemerintahan Belanda. Dan ini aktif, bisa digunakan," ujar Dody.
Pangdam menjelaskan, senjata tersebut berkaitan dengan peninggalan masa Kesultanan dan masa penjajahan di Maluku Utara. Fungsi teknisnya tidak berbeda dari senjata api modern jika diberi munisi.
"Kalau dulu dia senjata organik. Ini aktif, bisa digunakan. Dikasih munisi di dalamnya, ditembakkan bisa," jelasnya.
Respons TNI AD atas Dinamika Situasi di Lapangan
Dody menyebut pengungkapan temuan itu bagian dari respons TNI Angkatan Darat terhadap perkembangan situasi di lapangan. Pendekatan yang dipakai tidak hanya mengandalkan aspek keamanan, tetapi juga membangun hubungan dan komunikasi dengan masyarakat.
"Ini adalah program unggulan dari Bapak Panglima TNI. Kita merespons secara adaptif terhadap perkembangan situasi yang ada. Inilah wujud aplikatif dari integrasi yang sudah dilakukan," katanya.
Keberhasilan membangun komunikasi dengan warga, menurut dia, tidak terlepas dari program TNI AD yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satunya pembangunan sumur bor di desa-desa.
Sumur Bor Jadi Pintu Informasi Warga ke Aparat
Lewat program sumur bor, prajurit TNI dapat berbaur dengan masyarakat sehingga komunikasi dan pertukaran informasi berjalan lebih terbuka. Kondisi itu membangun kepercayaan antara warga dan aparat.
"Dari situ kita berbaur dengan masyarakat, akhirnya terbuka semua komunikasi dan informasi. Sehingga timbul saling percaya antara masyarakat dengan TNI. Alhamdulillah hal ini kita capai," ujarnya.
Selain dengan masyarakat, TNI memperkuat koordinasi bersama jajaran kepolisian dan unsur terkait lainnya. Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar setiap perkembangan di lapangan ditangani terpadu dan tidak terjadi miskomunikasi.
Pelabuhan Kecil Antarpulau Jadi Titik Pengawasan
Dody menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelabuhan-pelabuhan kecil yang menjadi jalur penghubung antarpulau, termasuk wilayah yang memiliki akses menuju negara lain. Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan dinilai rentan dari sisi itu.
"Kita memiliki SDM terutama di pelabuhan-pelabuhan kecil, pelabuhan-pelabuhan yang bisa menghubungkan antar pulau, apalagi antarnegara. Karena negara kita ini sangat rentan ke luar sana dengan negara lain," katanya.
Langkah antisipasi terus dilakukan melalui personel yang berada di berbagai wilayah. Pendekatan kepada masyarakat di daerah terpencil menjadi bagian penting dari sistem pengamanan sekaligus deteksi dini.
Belum Ada Indikasi yang Membahayakan
Program yang menyentuh langsung masyarakat diharapkan memperkuat kepercayaan warga terhadap TNI. Informasi mengenai potensi gangguan keamanan pun bisa lebih cepat diterima dan ditindaklanjuti.
"Program yang dilakukan oleh Bapak Kasad itu menyentuh ke daerah-daerah terpencil. Dengan kita melakukan seperti itu, masyarakat percaya bahwa ini merupakan wujud nyata peran TNI Angkatan Darat kepada masyarakat dalam memberikan informasi," tuturnya.
Hingga saat ini, menurut Dody, belum terdapat indikasi yang dinilai cukup membahayakan. Aparat tetap melakukan pemantauan dan koordinasi sebagai langkah antisipasi menjaga situasi keamanan di Maluku Utara.