TERNATE — Kebocoran pada pipa induk HDPE DN 200 mm memaksa Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate memadamkan pompa sementara. Dampaknya, pelayanan air minum ke pelanggan di Kelurahan Kastela dan Foramadiahi tidak berjalan normal.
Pemadaman pompa adalah prosedur yang harus diambil agar tim teknis bisa bekerja pada titik kebocoran. Tanpa itu, tekanan air di pipa akan menyulitkan proses perbaikan.
Mengapa Pompa Harus Dipadamkan
Perumda Ake Gaale menjelaskan pemadaman pompa merupakan konsekuensi teknis dari penanganan kebocoran. Pipa induk berdiameter 200 mm itu melayani dua kelurahan sekaligus, sehingga gangguan di satu titik langsung terasa di kedua wilayah.
"Untuk penanganan kebocoran, dilakukan pemadaman pompa sementara sehingga berdampak pada pelayanan air minum di wilayah tersebut," demikian keterangan Perumda Air Minum Ake Gaale melalui pemberitahuan resminya.
Artinya, warga di Kastela dan Foramadiahi perlu menampung air lebih dulu atau mencari sumber alternatif selama perbaikan berlangsung.
Tim Teknis Masih Bekerja di Lokasi
Hingga pemberitahuan itu disampaikan, tim teknis Perumda Ake Gaale masih menangani kebocoran di lapangan. Perbaikan diarahkan agar aliran air bisa kembali normal secepatnya.
Belum ada keterangan resmi soal berapa lama pemulihan akan memakan waktu. Pelanggan diminta memantau informasi lanjutan dari kanal resmi Perumda.
Permohonan Maaf dan Kanal Pengaduan
Perumda Ake Gaale menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan selama proses penanganan. Pelanggan yang butuh informasi atau ingin menyampaikan pengaduan dapat menghubungi layanan WhatsApp resmi Perumda Ake Gaale.
Gangguan seperti ini biasanya cepat ditangani jika titik bocor langsung teridentifikasi. Yang jadi soal adalah durasi pemadaman — makin lama pompa mati, makin besar cadangan air rumah tangga yang terkuras.