MALUKU UTARA — Para peneliti dari Michigan State University baru saja mempublikasikan studi yang mengubah cara pandang ilmuwan terhadap umur ikan sturgeon danau. Menggunakan metode capture-mark-recapture yang memakan waktu puluhan tahun, tim peneliti menganalisis lima populasi sturgeon di kawasan Great Lakes.
Hasilnya mencengangkan. Ikan sturgeon jantan berukuran 160 cm diperkirakan berusia antara 90 hingga 279 tahun. Sementara betina dengan panjang 180 cm punya estimasi usia 99 sampai 427 tahun.
Scott Colborne, asisten profesor di Departemen Perikanan dan Satwa Liar Michigan State University, menyebut angka ini menempatkan sturgeon sebagai pesaing hiu Greenland dalam hal spesies ikan berumur panjang.
Metode Lama Terbukti Kurang Akurat
Perkiraan sebelumnya yang menyebut sturgeon hanya hidup sekitar 150 tahun berasal dari studi tahun 1963. Metode yang dipakai saat itu adalah membaca lapisan tulang pada duri sirip dada ikan.
Masalahnya, proses resorpsi alami bisa menghilangkan cincin pertumbuhan pada tulang. Akibatnya, hasil yang didapat tidak selalu akurat dan cenderung meremehkan umur sebenarnya.
Studi baru ini menggunakan pendekatan berbeda. Para peneliti menangkap ikan, mengukur, lalu menangkapnya kembali secara berulang. Data peningkatan laju pertumbuhan itu kemudian dimasukkan ke model prediksi yang memperhitungkan perlambatan pertumbuhan seiring waktu.
Pengetahuan Adat yang Terbukti Benar
Momen paling menarik dari riset ini justru datang dari percakapan Colborne dengan anggota komunitas adat yang terlibat dalam pengumpulan data jangka panjang. Masyarakat adat setempat sejak lama meyakini bahwa sturgeon danau bisa hidup hingga sekitar 400 tahun.
"Kami menggunakan pendekatan analisis modern, dan hasilnya mengarah pada sesuatu yang telah lama dipahami oleh masyarakat adat—bahwa ikan-ikan ini memiliki umur yang sangat panjang," kata Colborne.
Penelitian ini tidak akan berjalan tanpa kolaborasi antara universitas, komunitas adat, dan mitra pemerintah negara bagian. Data yang dikumpulkan selama berpuluh-puluh tahun menjadi kunci utama dalam menjawab pertanyaan soal umur maksimal spesies ini.
Konsekuensi untuk Konservasi
Temuan ini punya implikasi besar bagi upaya konservasi. Ikan yang bisa hidup berabad-abad membutuhkan strategi perlindungan jangka panjang yang berbeda dari spesies lain.
"Hal ini benar-benar menyoroti pentingnya upaya konservasi dan pemantauan jangka panjang. Tanpa adanya pihak yang mengumpulkan data ini selama berpuluh-puluh tahun, kami tidak akan bisa menjawab pertanyaan semacam ini," tutup Colborne.
Studi lengkapnya telah diterbitkan dalam jurnal Fish Biology.