MALUKU UTARA — Kinerja SeaBank pada paruh pertama tahun ini menunjukkan akselerasi di tengah kompetisi ketat industri perbankan digital. Selain kredit, intermediasi juga terlihat dari akumulasi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp41,80 triliun, tumbuh 47,6% YoY. Komposisi dana murah (CASA) mendominasi hingga 69,6% dari total DPK, atau setara Rp29,10 triliun, mencerminkan tingginya frekuensi transaksi harian nasabah untuk kebutuhan transfer, QRIS, dan pembayaran tagihan.
Efisiensi Operasional dan Kualitas Aset Tetap Terjaga
Pertumbuhan bisnis yang agresif tidak membuat SeaBank kehilangan kendali atas biaya. Rasio efisiensi atau Cost to Income Ratio (CIR) tercatat di level 21,1%, sementara Return on Assets (ROA) berada di angka 3,9%. Angka ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam mengelola beban dana (cost of fund) di tengah tekanan suku bunga.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyatakan hasil positif ini membuktikan strategi perseroan dalam menghadirkan layanan perbankan yang mudah, cepat, dan aman berada di jalur yang tepat. "Fokus kami ke depan adalah terus berinovasi pada fitur-fitur transaksi, memperkuat infrastruktur keamanan siber, dan mendorong inklusi keuangan untuk memastikan akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/7).
35 Juta Nasabah dan Ekspansi ke Sumatera Utara
Pertumbuhan fundamental tersebut sejalan dengan ekspansi basis pengguna yang kini telah menembus 35 juta nasabah hingga akhir Juni 2026. Loyalitas pengguna tercermin dari rata-rata transaksi harian yang mencapai lebih dari 16,8 juta transaksi, dengan volume perputaran uang harian menembus Rp7,1 triliun selama bulan Juni 2026.
Untuk memperluas jangkauan layanan, SeaBank meresmikan Kantor Cabang (KC) di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Mei 2026. Medan menjadi kantor cabang ke-9 SeaBank di Indonesia, yang ditargetkan menjangkau segmen masyarakat unbanked serta memperkuat perekonomian daerah.
"Inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam menjangkau masyarakat luas melalui inovasi perbankan digital yang praktis dan aman. Kami memposisikan KC Medan sebagai jembatan inklusi yang akan mendorong taraf hidup serta produktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sumatera Utara," tambah Sasmaya.
Pengakuan Forbes dan Strategi Ke Depan
Melengkapi ekspansi layanan, SeaBank juga masuk dalam daftar World's Best Banks 2026 versi majalah Forbes. SeaBank terpilih bersama 17 bank asal Indonesia lainnya dalam jajaran 410 bank terbaik dunia. Survei independen Forbes bekerja sama dengan lembaga riset pasar Statista melibatkan lebih dari 54.000 nasabah di 34 negara pada periode Oktober–November 2025.
Evaluasi tersebut didasarkan pada lima kriteria utama, dengan bobot tertinggi pada tingkat kepercayaan nasabah (trustworthiness), diikuti oleh kemudahan layanan digital, kualitas layanan pelanggan, transparansi biaya dan ketentuan, serta konsultasi keuangan.
Ke depan, SeaBank akan fokus pada penguatan infrastruktur keamanan siber dan inovasi fitur transaksi untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. Dengan permodalan yang solid dan rasio likuiditas yang sehat, perseroan dinilai memiliki ruang untuk terus berekspansi tanpa mengorbankan kualitas aset.