Pencarian

Lisensi Windows 11 Naik 7-10 Persen, Harga PC Rakitan dan Laptop Berpotensi Ikut Melonjak

Jumat, 14 Agustus 2026 • 09:43:31 WIB
Lisensi Windows 11 Naik 7-10 Persen, Harga PC Rakitan dan Laptop Berpotensi Ikut Melonjak
Microsoft menaikkan biaya lisensi Windows 11 sebesar 7-10 persen untuk vendor PC mulai Juli 2025.

MALUKU UTARA — Setelah gamer dan pengguna PC di Indonesia dihantam kenaikan harga RAM, storage, dan motherboard, kini ada beban baru yang mengintai. Microsoft dilaporkan menaikkan biaya lisensi Windows 11 untuk para vendor PC, dan kabar ini berpotensi bikin dompet makin tipis saat mau upgrade atau beli perangkat baru.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh media Taiwan, United Daily News (UDN), yang mengutip pernyataan seorang eksekutif vendor PC yang tidak disebutkan namanya. Menurut laporan tersebut, kenaikan biaya lisensi Windows ini sudah mulai berlaku dan berdampak pada harga perangkat yang beredar di pasaran.

Berapa Besar Kenaikan Biaya Lisensi Windows?

Biasanya, Microsoft menaikkan biaya lisensi Windows untuk produsen PC setiap tahunnya dengan kenaikan satu digit. Namun, laporan UDN menyebutkan bahwa mulai bulan Juli tahun ini, rata-rata kenaikannya mencapai 7% hingga 10%.

Kenaikan ini bukan angka yang kecil. Untuk sebuah laptop atau PC rakitan, biaya lisensi sistem operasi adalah salah satu komponen yang paling signifikan setelah prosesor dan kartu grafis.

Spesifikasi PC Ikut Menentukan Biaya Lisensi

Menariknya, biaya lisensi Windows ini tidak seragam. Seorang eksekutif dari brand lain yang diwawancarai UDN mengungkapkan bahwa biaya lisensi bervariasi tergantung pada jenis prosesor yang digunakan.

PC dengan prosesor Intel i7, misalnya, membutuhkan biaya lisensi yang lebih tinggi dibandingkan PC yang menggunakan Intel i5. Artinya, semakin tinggi spesifikasi perangkat, semakin besar pula porsi biaya lisensi yang harus ditanggung oleh produsen, dan pada akhirnya dibebankan ke konsumen.

Dampak ke Harga Laptop Asus, Acer, dan Vendor Lain

Kenaikan biaya lisensi ini sudah mulai terasa. Sumber UDN mengatakan bahwa harga PC saat ini sudah terpengaruh oleh kebijakan baru Microsoft ini. Hal ini masuk akal karena mayoritas laptop dan PC desktop yang dijual di pasaran sudah terpasang sistem operasi Windows sejak dari pabrik.

Di Taiwan, vendor seperti Asus dan Acer diperkirakan akan menaikkan harga perangkat mereka hingga 5% pada kuartal ini. Sementara itu, vendor global seperti Dell, HP, dan Apple juga sudah mengumumkan kenaikan harga untuk produk-produknya.

Kondisi ini jelas bukan kabar baik bagi pasar PC yang sudah tertekan. Sebelumnya, biaya komponen seperti memori, storage, motherboard, dan prosesor sudah naik dan kabarnya akan berlanjut hingga tahun depan. Kenaikan biaya sistem operasi ini hanya akan memperburuk keadaan.

Proyeksi Penurunan Pengapalan PC Global

Dengan kombinasi kenaikan harga komponen dan lisensi, daya beli konsumen dipastikan akan semakin menurun. International Data Corporation (IDC) bahkan sudah memprediksi bahwa pengapalan PC global akan turun 11% tahun ini.

Bahkan, proyeksi yang lebih buruk menyebutkan penurunan bisa mencapai 20% year-over-year pada kuartal keempat tahun 2026. Ini adalah sinyal yang jelas bahwa industri PC sedang berada dalam tekanan yang sangat besar.

Bagi gamer di Indonesia yang sedang merencanakan build PC baru atau upgrade laptop, kenaikan ini tentu menjadi pertimbangan serius. Menabung lebih awal atau mencari penawaran sebelum harga resmi naik bisa menjadi langkah yang bijak.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks