Pencarian

BPS Catat Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% di Kuartal II 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama

Senin, 10 Agustus 2026 • 10:58:31 WIB
BPS Catat Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% di Kuartal II 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen, ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi.

MALUKU UTARA — BPS merilis data resmi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia untuk periode April-Juni 2026. Realisasi 5,29% ini mencatatkan akselerasi dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh di kisaran 5,0%, sekaligus menegaskan momentum ekspansi ekonomi nasional di tengah gejolak global yang masih membayangi prospek ekspor komoditas.

Plt. Kepala BPS dalam konferensi pers kemarin menjelaskan bahwa dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari separuh PDB dan tumbuh solid. Sementara itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi juga menunjukkan perbaikan, didorong oleh belanja infrastruktur pemerintah dan realisasi proyek hilirisasi mineral.

Konsumsi dan Investasi Jadi Motor, Ekspor Melambat

Jika dirinci lebih jauh, pertumbuhan kuartal II 2026 tidak hanya bertumpu pada belanja pemerintah yang biasanya agresif di periode tersebut. Sektor konstruksi dan jasa keuangan mencatat ekspansi signifikan, mengindikasikan aktivitas bisnis yang lebih sehat dibanding semester sebelumnya.

Namun, kinerja ekspor neto masih menjadi catatan. Pelemahan harga komoditas global, terutama batu bara dan kelapa sawit, menahan laju pertumbuhan dari sisi perdagangan internasional. BPS mencatat volume ekspor tetap tumbuh, tetapi nilai ekspor terkoreksi akibat penurunan harga acuan dunia.

Inflasi Terkendali dan Dampaknya ke Daya Beli

Angka 5,29% ini diperkuat oleh data inflasi yang berada di level 2,1% secara tahunan. Tingkat inflasi yang rendah memberikan ruang bagi konsumen untuk membelanjakan pendapatannya, sekaligus menjadi sinyal positif bagi emiten sektor ritel dan consumer goods di bursa efek.

Ekonom dari sebuah lembaga riset ekonomi di Jakarta menilai, dengan suku bunga acuan BI yang ditahan di level 5,75%, kombinasi inflasi rendah dan pertumbuhan konsumsi akan menjaga momentum IHSG. Sektor perbankan diproyeksikan tetap menjadi primadona karena pertumbuhan kredit konsumsi yang masih double digit.

Proyeksi Semester Kedua dan Risiko Global

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun bisa mencapai target APBN di kisaran 5,2%. Namun, risiko kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat dan potensi fenomena El Nino yang diprediksi BMKG berlangsung hingga 2027 menjadi faktor yang wajib diwaspadai.

Kekeringan akibat El Nino berpotensi mengganggu produksi pangan dan memicu kenaikan harga beras, yang sebelumnya sudah menjadi perhatian Kementerian Pertanian terkait dugaan permainan harga beras fortifikasi. Jika musim kemarau lebih panjang dari perkiraan, tekanan inflasi pangan bisa menggerus daya beli masyarakat pada kuartal IV 2026.

Para pelaku pasar obligasi juga mencermati data ini. Dengan pertumbuhan yang solid dan inflasi terkendali, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara tenor 10 tahun diperkirakan tetap stabil, menarik minat investor asing masuk ke pasar keuangan domestik.

Investasi mengandung risiko.

Follow lensaternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tv.sinpo.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks