MALUKU UTARA — Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan yang meluas di pasar Asia. Dolar Taiwan, dolar Singapura, ringgit Malaysia, yuan China, yuan offshore, dan yen Jepang juga tercatat melemah terhadap greenback. Sebaliknya, won Korea Selatan, rupee India, peso Filipina, dan dolar Hong Kong berhasil menguat.
Tekanan dari Domestik, Bukan Dolar AS
Menariknya, pelemahan mayoritas mata uang Asia kali ini tidak dipicu oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama justru sedikit tergelincir 0,02%, meski masih bertahan di level tinggi 101,51. Harga minyak mentah yang sudah terpangkas ke US$85,61 per barel pada pukul 15.15 WIB juga tidak menjadi faktor dominan.
Bloomberg Technoz melaporkan, faktor domestik masing-masing negara menjadi pemicu utama pelemahan. Di Indonesia, sentimen negatif pasar menguat tajam setelah pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo yang mendadak di tengah masa jabatannya.
Kepercayaan Investor Diuji oleh Kejutan Politik BI
Langkah mengejutkan ini langsung memunculkan pertanyaan besar di kalangan investor. Isu kesinambungan kebijakan moneter dan independensi bank sentral—dua fondasi utama kepercayaan investor terhadap aset-aset Indonesia—kini diragukan.
Pasar keuangan domestik merespons negatif karena pengunduran diri tersebut terjadi tanpa transisi yang jelas. Pelaku pasar kini menanti langkah pemerintah dan DPR dalam mengisi kursi pimpinan BI yang lowong, serta sinyal kebijakan suku bunga ke depan.
Rupiah Terus Tertekan dalam Empat Hari Terakhir
Pelemahan hari ini memperpanjang tren negatif rupiah yang sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut. Posisi Rp18.067 per dolar AS menjadi level terlemah dalam beberapa waktu terakhir, mencerminkan tekanan jual yang terus berlanjut di pasar valuta asing.
Investor dan pelaku bisnis kini dihadapkan pada ketidakpastian arah kebijakan moneter nasional. Sementara itu, bank sentral negara-negara Asia lainnya masih dalam posisi mempertahankan stabilitas mata uangnya masing-masing di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya kondusif.