TERNATE — Proses pencarian korban yang berlangsung sejak Jumat siang berakhir setelah tim penyelam menemukan jasad Irfan Daud Syamsudin di perairan belakang Duafa Center, Kota Ternate. Korban diketahui berangkat memanah ikan seorang diri pada pukul 07.30 WIT dengan mengenakan pakaian selam atau wetsuit.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Ternate, Ferdinando Jofandri, mengatakan pihaknya menerima laporan dari keluarga setelah korban tak kunjung pulang hingga usai Salat Jumat. Padahal, menurut keluarga, korban biasanya tidak membutuhkan waktu selama itu untuk memanah ikan di lokasi yang sama.
“Korban berangkat memanah ikan sekitar pukul 07.30 WIT di perairan belakang Masjid Raya Al-Munawar. Hingga selesai Salat Jumat, korban belum juga kembali, padahal biasanya ia tidak membutuhkan waktu selama itu saat mencari ikan di lokasi tersebut,” ujar Ferdinando dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Tim SAR Gabungan Turun, Alat Panah Ditemukan di Kedalaman 10 Meter
Menindaklanjuti laporan keluarga, Tim Rescue Basarnas Ternate langsung bergerak ke lokasi menggunakan Rubber Boat dan Sea Rider. Pencarian awal dilakukan dengan menyisir perairan sekitar lokasi kejadian.
Pada pukul 15.44 WIT, petugas menemukan alat panah yang diduga milik korban di sekitar bangkai KMP Pari pada kedalaman sekitar 10 meter. Temuan ini menjadi titik terang bagi tim SAR untuk mempersempit area pencarian.
Tak berselang lama, tim penyelam Basarnas Ternate bersama Nukila Dive bersiap melakukan penyelaman. Metode free dive digunakan untuk menyisir area yang lebih dalam.
Korban Dievakuasi ke Dermaga Apung, Operasi SAR Ditutup
Pada pukul 16.11 WIT, tim penyelam mulai melakukan pencarian di kedalaman. Tepat pukul 16.23 WIT, objek yang diduga korban ditemukan di kedalaman 27 meter, tepatnya di sebelah timur Duafa Center.
Jenazah Irfan Daud Syamsudin kemudian dievakuasi ke Dermaga Apung Nukila Dive sebelum dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Operasi pencarian ini melibatkan Basarnas Ternate, Polairud, TNI AL, Nukila Dive, serta keluarga korban. Basarnas Ternate menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam operasi SAR tersebut.