MALUKU UTARA — Google resmi mengganti nama layanan catatan dan riset berbasis kecerdasan buatannya, NotebookLM, menjadi Gemini Notebook. Perubahan ini diumumkan langsung oleh perusahaan pada hari ini, sekaligus mematangkan posisi produk tersebut di bawah payung merek Gemini yang lebih dikenal luas. Nama “NotebookLM” yang mengandung istilah teknis “Language Model” dinilai kurang ramah bagi pengguna umum.
Logo Baru dan Integrasi ke Ekosistem Google
Bersamaan dengan perubahan nama, Google juga memperbarui logo Gemini Notebook dengan gradasi biru dan ungu khas keluarga produk Gemini. Meski berganti identitas, Google menegaskan bahwa Gemini Notebook tetap menjadi “produk mandiri yang fokus sebagai alat riset utama” pengguna.
Yang menarik, integrasi ke ekosistem Google makin diperluas. Catatan (notebook) yang selama ini tersedia di aplikasi Gemini untuk organisasi obrolan dan pengumpulan karya, sebentar lagi akan hadir di AI Mode Google Search. Ini berarti pengguna bisa langsung mengakses catatan riset mereka dari halaman hasil pencarian.
Upgrade Gemini 3.5 dan Antigravity untuk Pengguna AI Pro
Kabar utama lainnya adalah perluasan akses ke peningkatan performa terbaru. Google mengkonfirmasi bahwa upgrade Gemini 3.5 dan Antigravity yang sebelumnya mulai digulirkan untuk pelanggan AI Ultra, kini akan segera menjangkau pengguna AI Pro.
Dengan upgrade ini, setiap notebook akan mendapatkan “komputer cloud aman” yang mampu menulis dan mengeksekusi kode secara native. Google menyebut kemampuan ini dirancang untuk “analisis data kompleks yang didasarkan pada sumber Anda,” serta membuka “format output yang sepenuhnya baru dan analisis yang lebih dalam.” Proses migrasi ini dijadwalkan berlangsung “dalam beberapa pekan ke depan” untuk semua pengguna Google AI Pro di web.
Dari Project Tailwind hingga 30 Juta Pengguna
Perjalanan alat ini cukup panjang. Pertama kali diperkenalkan sebagai Project Tailwind di ajang Google I/O 2023, layanan ini kemudian diluncurkan dengan nama NotebookLM. Kini, dengan nama Gemini Notebook dan basis pengguna yang mencapai 30 juta orang serta lebih dari 600.000 organisasi, Google tampak serius menjadikannya sebagai pusat riset berbasis AI yang terintegrasi.
Bagi pengguna setia layanan AI Google, terutama pelanggan AI Pro, kedatangan upgrade 3.5 dan Antigravity dalam waktu dekat ini jelas menjadi kabar yang patut ditunggu. Kemampuan komputasi cloud yang lebih canggih di dalam notebook bisa menjadi game-changer untuk pekerjaan analisis data yang berat.