MOROTAI — Tujuh kontingen dari berbagai daerah di Maluku Utara saling berhadapan di cabang karate POPDA XII. Kontingen terbesar berasal dari Halmahera Utara dan Kota Ternate yang masing-masing mengirimkan 10 atlet. Disusul Halmahera Barat dengan 8 atlet, Halmahera Selatan dan Halmahera Timur masing-masing 7 atlet, Pulau Morotai 5 atlet, serta Halmahera Tengah 3 atlet.
Sportivitas Lebih Penting dari Medali
Dalam sambutannya saat pembukaan, Syukur Lila menekankan bahwa POPDA bukan sekadar perebutan medali. Ia menyebut ajang ini sebagai sarana membentuk karakter dan memperkuat persaudaraan antarpelajar melalui olahraga.
"Bertandinglah dengan percaya diri dan tunjukkan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan selama ini. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang," ujar Syukur Lila di hadapan para atlet, pelatih, dan ofisial.
Ia menambahkan bahwa sikap menghormati lawan dan mematuhi aturan pertandingan adalah nilai utama yang harus dipegang setiap karateka. "Menang dengan rendah hati dan apabila belum berhasil, jadikan itu sebagai motivasi untuk bangkit dan berlatih lebih giat," pesannya.
Target Lahirkan Atlet Nasional dari Morotai
Panitia menargetkan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib, dan lancar. Nilai persaudaraan serta fair play disebut sebagai ruh kompetisi pelajar ini.
Syukur Lila berharap dari cabang karate POPDA XII lahir atlet-atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama Maluku Utara di tingkat nasional maupun internasional. Ajang ini menjadi batu loncatan bagi karateka muda untuk mengukur kemampuan sebelum melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
Pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Utara Nani Riana Pakaya, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Maluku Utara Abdul Karim, serta Asisten I dan Asisten II Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai Mauludin Wahab.