TERNATE — Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara tidak ingin peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan nilai sosial, institusi ini justru menyoroti satu titik paling rapuh dalam struktur masyarakat: ketahanan keluarga menghadapi gempuran dunia maya.
Ancaman Digital Masuk Lewat Gawai Anak
Kepala Kanwil Kemenkum Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, menyebut tantangan yang dihadapi keluarga saat ini jauh lebih kompleks dibanding dekade-dekade sebelumnya. Persoalan ekonomi bukan satu-satunya musuh.
“Ancaman digital kini masuk langsung ke ruang keluarga melalui gawai yang digunakan anak-anak,” kata Argap usai memimpin upacara di halaman kantor setempat.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang masif, perubahan nilai-nilai sosial, hingga ancaman siber menjadi tekanan baru yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Orang tua, lanjut dia, tidak bisa lagi bersikap pasif.
Refleksi, Bukan Sekadar Seremoni
Argap menekankan bahwa peringatan Harganas seharusnya menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar upacara bendera. Ia mempertanyakan apakah institusi keluarga saat ini benar-benar telah menjadi tempat yang aman dan tangguh.
“Hari Keluarga Nasional adalah momentum refleksi untuk melihat kembali apakah keluarga telah menjadi tempat yang aman, tangguh, dan mampu melahirkan generasi yang siap mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Pesan ini ia sampaikan di hadapan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat manajerial, pegawai pelaksana, serta Pegawai Pemerintah Nonpegawai Negeri (PPNPN) di lingkungan Kanwil Kemenkum Maluku Utara.
Pendampingan Orang Tua Jadi Kunci
Argap menegaskan, peran orang tua dalam memberikan pendampingan, pendidikan, serta pengawasan terhadap anak tidak bisa ditawar lagi. Penggunaan perangkat digital yang semakin masif membuat fungsi kontrol keluarga harus diperkuat.
“Keluarga harus mampu menjadi benteng utama dalam membentuk karakter dan memberikan pendidikan yang tepat,” kata Argap.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada keluarga. Penguatan jaring pengaman sosial serta peningkatan akses terhadap layanan dasar menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Argap mengajak seluruh jajarannya untuk memperkuat komitmen membangun keluarga yang berkualitas sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.