TIDORE — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) setempat resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026. Agenda nasional yang digelar sekali dalam satu dekade ini akan mendata seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari usaha mikro hingga korporasi besar.
Sekda: Data Berkualitas, Bukan Sekadar Angka
Ismail Dukomalamo menyebut sensus ini bukan sekadar proyek administratif. "Pembangunan yang berhasil tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya, tetapi juga oleh kualitas data yang disajikan," ujarnya dalam sambutan.
Menurut dia, hasil sensus akan memetakan kondisi riil ekonomi daerah. Mulai dari sektor usaha yang tumbuh, peluang baru, hingga tantangan yang harus diantisipasi. Ia pun mengajak masyarakat memberikan data yang jujur dan lengkap.
BPS: Potensi Tidore di Sektor Pertanian hingga Pariwisata Perlu Dipotret
Kepala BPS Kota Tidore Kepulauan, Oki Afrizal, menjelaskan bahwa sensus ini diamanatkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Ia menyoroti potensi ekonomi lokal yang besar di sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata.
"Kota Tidore memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Karena itu, kita membutuhkan satu data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya," kata Oki. Data tersebut, lanjutnya, akan menjadi kompas bagi pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti.
Komitmen Bersama dan Peran Aktif Aparatur
Pencanangan ditandai dengan pemukulan tifa oleh perwakilan Wali Kota Tidore bersama Sekda, Kepala BPS, dan Forkopimda. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemkot dan BPS.
Ismail menekankan bahwa keberhasilan sensus bukan hanya tanggung jawab petugas lapangan. "Keberhasilan sensus adalah tanggung jawab kita bersama demi menghasilkan data yang berkualitas, aktual, dan relevan," tegasnya. Ia meminta seluruh aparatur pemerintah ikut menyukseskan pendataan yang akan berlangsung pada 2026 mendatang.