TERNATE — Tim pendamping dari RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado melakukan peninjauan dan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan layanan kanker di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie. Program pengampuan yang berjalan sejak 2023 ini menyasar aspek regulasi, kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan alat medis, sistem rujukan, hingga standar keselamatan pasien.
70 Persen Kasus Kanker Baru Ditemukan di Stadium Lanjut
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroons, menyebut penguatan layanan ini sangat krusial. "Sekitar 70 persen kasus kanker baru diketahui ketika pasien sudah berada pada stadium lanjut. Kondisi ini tentu memperkecil peluang kesembuhan dan meningkatkan biaya pengobatan," ujarnya.
Julys berharap pendampingan teknis dari rumah sakit rujukan nasional itu bisa diterjemahkan menjadi perbaikan yang terukur di daerah.
Direktur RSUD: Rekomendasi Segera Ditindaklanjuti
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh hasil rekomendasi tim pengampu. Ia menyebut rekomendasi itu akan dijadikan program kerja yang konkret dan terukur.
Perwakilan tim pengampu dari RSUP Kandou Manado, Ns. Jeavery Sonli Bawotong, M.Kes., menjelaskan bahwa program ini merupakan strategi nasional untuk membangun kemandirian rumah sakit daerah dalam pelayanan kanker. "Ketika layanan kanker dapat diperkuat di daerah, masyarakat akan memperoleh akses pengobatan yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih terjangkau," kata Jeavery.
Fasilitas yang Ditinjau: Poliklinik hingga Radiologi
Usai diskusi, tim pengampu meninjau langsung sejumlah fasilitas di RSUD Chasan Boesoirie. Lokasi yang dievaluasi meliputi poliklinik, laboratorium patologi anatomi, ruang kemoterapi, hingga instalasi radiologi.
Melalui program berkelanjutan ini, RSUD Chasan Boesoirie ditargetkan menjadi pusat layanan kanker regional yang andal di Kawasan Timur Indonesia. Langkah ini diharapkan menekan angka rujukan pasien kanker ke Manado atau Makassar yang selama ini menjadi beban biaya dan waktu bagi keluarga pasien.