Pencarian

BI Malut Gandeng PKK dan Komunitas GAMALAMA di Tidore Edukasi Ibu-Ibu Kenali Ciri Uang Palsu

Selasa, 23 Juni 2026 • 19:18:01 WIB
BI Malut Gandeng PKK dan Komunitas GAMALAMA di Tidore Edukasi Ibu-Ibu Kenali Ciri Uang Palsu
Bank Indonesia Maluku Utara bersama PKK dan GAMALAMA mengedukasi ibu-ibu di Tidore tentang ciri uang rupiah asli.

TIDORE — Bank Indonesia tidak hanya menyasar kalangan akademisi atau pelaku usaha dalam kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Di Kota Tidore Kepulauan, BI Malut justru memilih posyandu dan komunitas ibu-ibu sebagai garda terdepan edukasi anti-uang palsu.

Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Sirtalia J. Rando, mengatakan pemilihan kelompok ibu-ibu bukan tanpa alasan. Perempuan dinilai memiliki peran sentral dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.

Mengapa Ibu-Ibu Jadi Sasaran Utama Edukasi Uang Palsu?

"Kami memilih posyandu dikarenakan posyandu banyak ibu-ibu, mereka lebih dekat dengan keluarga. Setelah edukasi ini disampaikan, diharapkan mereka bisa meneruskannya kepada keluarga di rumah agar memperlakukan rupiah dengan baik, seperti tidak dibasahi dan tidak dilipat," kata Sirtalia.

Pelibatan Komunitas Mama-Mama Peduli dan Cinta Uang Rupiah (GAMALAMA) dalam kegiatan ini dinilai strategis. Komunitas ini menjadi jembatan antara BI dan warga di tingkat kelurahan untuk menyebarkan pemahaman soal ciri keaslian uang.

Pemeriksaan Kesehatan Gratis Jadi Daya Tarik Warga

Agar antusiasme warga lebih tinggi, BI Malut merangkai acara edukasi dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan ini disediakan oleh UPT Puskesmas Soasio. Warga yang hadir bisa memeriksakan tekanan darah dan kondisi kesehatan umum usai mengikuti sesi sosialisasi.

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Pembina Posyandu Kota Tidore Kepulauan, Rahmawati Muhammad Sinen, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, pemahaman soal uang palsu sangat krusial bagi masyarakat tingkat bawah.

Waspada Peredaran Uang Palsu di Pasar Tradisional

"Tujuannya agar bapak ibu dapat mengenali ciri keaslian uang rupiah, sehingga tidak mudah tertipu dengan uang palsu. Terima kasih Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara atas kegiatan ini," ujar Rahmawati dalam sambutannya.

Rahmawati juga mengajak warga yang hadir untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar di kecamatan lain di Tidore.

Melalui sinergi ini, BI Malut berharap para peserta di Kecamatan Tidore tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga, menghormati, dan merawat mata uang rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan negara.

Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks