WASILE TIMUR — Hamparan sawah di Kecamatan Wasile Timur, Halmahera Timur, menjadi titik awal kepastian air bagi para petani. Sebagai daerah yang menyandang status lumbung pangan Maluku Utara, ketersediaan irigasi menjadi urat nadi utama untuk mendongkrak hasil panen.
Skema Swakelola: Petani Tak Hanya Menonton
Program P3-TGAI mengusung sistem swakelola yang melibatkan masyarakat secara langsung. Kelompok tani yang tergabung dalam P3A tidak sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan aktor utama yang merencanakan, membangun, hingga merawat saluran irigasi.
Setelah infrastruktur rampung, sarana irigasi diserahkan sepenuhnya kepada kelompok tani. Melalui skema ini, rasa memiliki diharapkan mengakar kuat agar fasilitas bisa awet hingga generasi berikutnya.
Peringatan Tegas: Hindari Masalah Hukum
Acara dibuka oleh Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (Satker OP SDA) BWS Maluku Utara, Reynaldo V. M. Dalam arahannya, ia meneruskan pesan dari pembina pusat soal pentingnya integritas dalam eksekusi proyek.
“Kami berharap pelaksanaan P3-TGAI di Maluku Utara dapat terhindar dari berbagai persoalan hukum. Untuk itu diperlukan komitmen bersama agar setiap tahapan kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” tegas Reynaldo.
Menurutnya, proyek irigasi bukan sekadar urusan semen dan batu, melainkan tentang merawat kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
Material Wajib dari Distributor Resmi
Di sisi teknis, PPK OP SDA I, Ir. Ruslan Rizal, memberikan rambu-rambu ketat soal pengadaan bahan bangunan. Ia mengingatkan agar kualitas fisik tidak dikorbankan demi harga murah.
Pembelian bahan bangunan utama seperti semen dan besi wajib melalui supplier atau distributor resmi. Langkah ini untuk meminimalisir risiko penipuan spesifikasi material dan menjaga keamanan struktur bangunan irigasi.
Penandatanganan PKS dan Pakta Integritas ini menjadi simbol bahwa setiap rupiah anggaran negara harus dikonversi menjadi manfaat konkret bagi produktivitas sawah warga. Di tengah tantangan ketahanan pangan global, setiap saluran air yang dibangun di Wasile Timur kini menjadi urat nadi harapan bagi masa depan pertanian Maluku Utara.