Pencarian

3 Atlet Asal Ambon Terancam Sanksi KONI Malut Usai Bela Kepulauan Sula di Porprov Tanpa Izin

Senin, 22 Juni 2026 • 13:09:31 WIB
3 Atlet Asal Ambon Terancam Sanksi KONI Malut Usai Bela Kepulauan Sula di Porprov Tanpa Izin
Dua atlet asal Ambon terancam sanksi KONI Malut karena membela Kepulauan Sula tanpa izin resmi.

SOFIFI — Dua atlet asal Ambon, Arwin Ibrahim dan Kembang Santi, terancam sanksi organisasi setelah memperkuat kontingen Kepulauan Sula pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara tanpa mengantongi surat izin dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat. Ketidakpatuhan terhadap prosedur administrasi antar daerah ini memicu polemik di tengah gelaran olahraga tahunan tersebut. KONI Maluku Utara kini tengah mengkaji sanksi yang akan dijatuhkan kepada kedua atlet maupun pihak yang menaunginya.

Atlet Siluman dan Pelanggaran Administrasi

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Arwin Ibrahim dan Kembang Santi merupakan atlet binaan KONI Kota Ambon, Maluku. Keduanya diketahui bertanding atas nama Kepulauan Sula tanpa melalui prosedur pelepasan atau pinjam pakai atlet yang lazim diatur dalam regulasi olahraga daerah. Praktik semacam ini kerap disebut sebagai "atlet siluman" dalam dunia olahraga, karena perpindahannya tidak tercatat secara resmi.

Ketua KONI Maluku Utara, M. Nasir, menyayangkan langkah tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap atlet yang akan membela daerah lain di luar domisili asalnya wajib memiliki surat rekomendasi dan izin tertulis dari KONI asal. "Ini pelanggaran prosedur yang jelas. Kami tidak bisa membiarkan ini terjadi karena merusak tata kelola olahraga di Maluku Utara," ujarnya.

Sanksi Menanti Atlet dan Kontingen

KONI Maluku Utara berencana membentuk tim investigasi untuk mendalami kasus ini. Jika terbukti bersalah, kedua atlet dan kontingen Kepulauan Sula terancam sanksi berupa diskualifikasi, pencabutan medali, hingga larangan bertanding di edisi Porprov mendatang. "Kami akan evaluasi semua pertandingan yang mereka ikuti. Jika ada yang curang, hasilnya akan kami koreksi," tegas Nasir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KONI Kota Ambon maupun Kepulauan Sula belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan ini. Porprov Maluku Utara sendiri masih berlangsung dan mempertandingkan puluhan cabang olahraga.

Apa Dampaknya bagi Porprov Malut?

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kredibilitas penyelenggaraan Porprov. Jika sanksi dijatuhkan, Kepulauan Sula berpotensi kehilangan poin signifikan yang telah dikumpulkan. Di sisi lain, KONI Kota Ambon juga dinilai lalai dalam mengawasi administrasi atlet binaannya. Polemik ini sekaligus menjadi pengingat bagi kontingen lain untuk mematuhi regulasi yang berlaku.

Bagikan
Sumber: referensimaluku.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks