MABA — Pelepasan kontingen Halmahera Timur (Haltim) berlangsung khidmat di bawah guyuran hujan deras di Kota Maba. Sebanyak 174 atlet terpilih kini memikul beban untuk membawa pulang gelar juara umum dan membuktikan kekuatan olahraga kabupaten di tingkat provinsi. Momentum ini menandai pergeseran paradigma dari sekadar partisipan menjadi pesaing utama dalam perebutan medali.
Ketua KONI Haltim, Ricky Chairul Richfat, dalam arahannya meminta seluruh atlet tampil dengan mentalitas petarung. Ia menekankan bahwa kehadiran mereka di Porprov V bukan sekadar meramaikan seremoni, melainkan untuk mencetak sejarah baru bagi olahraga di wilayah tersebut.
“Kita datang membawa harga diri daerah, semangat juang, dan target kemenangan. Tunjukkan bahwa atlet Haltim mampu bersaing dan menjadi kebanggaan Maluku Utara,” ujar Ricky dengan tegas di hadapan para atlet dan tamu undangan.
"Napas Sampar": Filosofi Juara dari Timur Maluku Utara
Target tinggi yang dipasang KONI Haltim bukan tanpa landasan. Ricky menjelaskan bahwa semangat para atlet tahun ini mengadopsi filosofi “Napas Sampar”, yang diibaratkan sebagai cahaya pertama dari timur yang harus bersinar paling terang di arena pertandingan. Porprov V dipandang sebagai titik balik kebangkitan prestasi atlet lokal.
“Haltim tidak lagi hanya ingin menjadi penonton. Kita adalah pasukan juara yang membawa harapan masyarakat dari pesisir hingga pedalaman,” tambah Ricky saat memberikan motivasi kepada kontingen.
Meski mengincar posisi puncak, pihak KONI tetap mewanti-wanti pentingnya menjaga etika bertanding. Para atlet diminta tetap menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati simbol-simbol daerah, termasuk bendera Merah Putih, panji Halmahera Timur, dan bendera KONI yang dibawa selama kompetisi berlangsung.
Sinergi Forkopimda dan Sektor Swasta Dukung Atlet Haltim
Dukungan terhadap kontingen ini terlihat dari kehadiran jajaran Forkopimda Haltim dalam acara pelepasan. Beberapa pejabat yang hadir di antaranya Kapolres Haltim AKBP Bobby Kusuma Ardiansyah dan Kajari Haltim Firdaus Affandi. Kehadiran pimpinan OPD serta perwakilan manajemen PT Antam Group dan BUMD PCM Haltim juga menjadi sinyal kuat dukungan lintas sektor bagi prestasi atlet daerah.
Perjuangan 174 atlet ini secara simbolis dimulai dengan penyerahan bendera kontingen kepada perwakilan atlet. Langkah ini menjadi awal dari upaya Halmahera Timur untuk mengubah peta kekuatan olahraga di Maluku Utara, sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet di daerah pesisir dan pedalaman telah membuahkan hasil nyata.