Threads, Instagram, dan TikTok Beri Kendali Algoritma ke Pengguna, Feed Bisa Disesuaikan Sendiri

Penulis: Indra Firmansyah  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 05:41:01 WIB
Threads meluncurkan fitur "Your Algo" untuk kendali pribadi atas rekomendasi konten.

Selama bertahun-tahun, algoritma media sosial bekerja seperti kotak hitam. Pengguna hanya bisa mengikuti akun, menyukai unggahan, atau menyembunyikan konten yang tidak disukai. Namun keputusan akhir soal apa yang muncul di feed sepenuhnya ada di tangan platform.

Sekarang, pendekatan itu mulai berubah. Threads, Instagram, dan TikTok memperkenalkan alat yang memberi pengguna kendali langsung atas rekomendasi konten mereka. Perubahan ini menandai pergeseran dari model siaran satu-arah menuju pengalaman yang lebih personal, mirip layanan streaming yang bisa diatur sendiri.

Threads: Bicara ke Algoritma Tanpa Harus Posting Publik

Threads menjadi salah satu yang paling agresif dalam hal ini. Pada Juni 2026, platform milik Meta meluncurkan fitur "Your Algo" yang merupakan pengembangan dari alat "Dear Algo" yang diperkenalkan pada Februari 2026.

Dengan "Dear Algo", pengguna bisa menulis postingan publik seperti "Dear Algo, tunjukkan lebih banyak konten soal podcast" untuk memengaruhi rekomendasi. Namun fitur baru "Your Algo" memungkinkan preferensi itu diatur secara privat. Pengguna cukup memilih topik yang ingin dilihat lebih banyak atau lebih sedikit, lalu menentukan durasi permintaan: satu, tiga, atau tujuh hari. Misalnya, minta lebih banyak konten bisbol dan lebih sedikit berita yang membuat stres.

Instagram: Lihat dan Atur Topik yang Membentuk Feed Kamu

Pada awal Juni 2026, Instagram meluncurkan alat bernama "Your Algorithm" yang tersedia di seluruh bagian aplikasi: feed utama, explore, dan reels. Sebelumnya, alat ini hanya tersedia untuk reels sejak Desember 2025.

Setelah mengakses alat ini di pengaturan, pengguna bisa melihat daftar topik yang menurut Instagram paling relevan dengan minat mereka. Dari situ, pengguna bisa memberi tahu aplikasi topik apa yang ingin dilihat lebih banyak atau lebih sedikit. Rekomendasi pun akan menyesuaikan secara otomatis.

Kepala Instagram Adam Mosseri mengatakan bahwa model peringkat media sosial selama ini dibangun dengan teknologi yang tidak transparan bagi pengguna. Kini, large language models (LLM) membuat sistem rekomendasi lebih mudah dipahami dengan menunjukkan alasan di balik konten yang ditampilkan, sekaligus memungkinkan pengguna menyampaikan preferensi secara eksplisit.

TikTok: Geser Slider untuk Atur Konten yang Muncul

TikTok sudah lebih dulu bergerak. Sejak 2024, platform video pendek ini memiliki fitur "Manage Topics" yang bisa diakses di pengaturan. Pengguna bisa menyesuaikan preferensi untuk berbagai topik seperti olahraga, wisata, humor, politik, dansa, dan makanan dengan menggeser slider.

TikTok juga menyertakan tombol informasi di samping setiap topik untuk menjelaskan jenis konten yang termasuk di dalamnya. Misalnya, topik "Creative arts" mencakup "lukisan, menggambar, desain grafis, dan tutorial terkait seni".

Pada 2025, TikTok memperluas fitur ini dengan Smart Keyword Filters berbasis AI. Filter ini secara otomatis membatasi konten yang mengandung kata kunci terkait, termasuk sinonim. Jika pengguna memfilter kata "remodeling", TikTok juga akan memblokir konten dengan kata "renovation" dan "renovasi".

Bagi pengguna, keuntungan dari algoritma yang bisa dikustomisasi adalah feed yang benar-benar sesuai minat. Bagi platform, ini adalah cara untuk meningkatkan keterlibatan dengan menampilkan konten yang paling mungkin dikonsumsi. Di tengah persaingan ketat media sosial, memberikan kendali ke tangan pengguna bisa menjadi strategi yang menentukan.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top